KULONPROGO – Tim gabungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Kulonprogo melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) kemarin. Penertiban menyasar kendaraan umum.

Langkah tersebut dilakukan karena peringatan tertulis kepada calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) tidak diindahkan. “Belasan stiker ukuran 80×90 cm kami lepas. Pemasangan hanya diperbolehkan di mobil pribadi celeg atau parpol,” kata Koordinator Divisi Hukum Sengketa dan Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Kulonprogo, Panggih Widodo.

Tim dibagi dua. Yang pertama menyasar angkutan umum di Wates. Tim kedua mendatangi angkutan umum Wates-Purworejo.

“Sebelumnya kami telah melakukan pemantauan, kemudian memberikan surat peringatan. Sedikitnya ada 14 angkutan umum yang kami dapati terpasang stiker caleg dari parpol. Sudah terpasang sebulan terakhir,” kata Panggih.

Salah seorang sopir angkutan, Sugiarto mengatakan, dia mendapat kompensasi Rp 500 ribu atas pemasangan APK tersebut selama tiga bulan. Pemasangan APK dilakukan sopir, tidak melalui Koperasi Angkutan Desa.

“Saya tidak tahu aturan main pemasangan APK di kendaraan umum. Kalau memang melanggar, silakan dicopot,” kata Sugiarto. (tom/iwa/riz)