JOGJA – Pemahaman generasi milenial terhadap Pancasila dinilai sudah hilang. Supaya tidak kehilangan satu generasi lagi, anggota MPR RI GKR Hemas meminta supaya anak-anak di pendidikan anak usia dini (PAUD) sudah mulai dikenalkan Pancasila.

“Indonesia bis hehilangan generasi 20-30 tahun karenarn tidak tahu Pancasila. Kita sudah “kehilangan” generasi mahasiswa, SMA, SMP saat ini yang sudah kehilangan mapel Pancasila,” ujar GKR Hemas dalam sosialisasi Pancasila di Gedung DPD RI perwakilan DIJ Jumat (1/2).

Kegiatan dihadiri oleh pengurus dan anggota Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Jogja. Hadir pula sebagai pembicara Peneliti dari Pusat Studi Pancasila Dr Heri Santoso.

Hemas menambahkan, setelah Reformasi pendidikan Pancasila sudah jarang diajarkan di sekolah. “Padahal Pancasila adalah dasar negara kita,” ujar ibu lima puteri itu.

Menurut dia, pendidikan Pancasila sangat cocok diajarkan sejak kecil, sejak usia dini akan bisa membentuk karakter anak. “Agar menjadi kebiasaan, tradisi anak dalam bersikap dan berperilaku,” ungkapin. “Jangan sampai generasi berikutnya tidak tahu Pancasila maupun sejarah Indonesia,” lanjutnya.

Tanggungjawab, jelas dia, ada kepada orang tua dan tenaga pendidik, terutama yang berada di Himpaudi. Karena itu anggota DPD RI itu menyebut peran para pendidik di PAUD sebagai ujung tombak pendidikan nilai-nilai Pancasila bagi generasi penerus bangsa. “Titip anak-anak diajari upacara, nyanyi lagu-lagu nasional, tapi jangan dipaksakan,” pesannya.

Hemas menilai sebenarnya anak-anak Indonesia tidak kalah secara IQ dibanding pelajar negara lain. Terbukti dari berbagai kompetisi internasional, pelajar Indonesia bisa meraih prestasi. “Tapi perlu ditambah dengan pendidikan Budi pekerti, ya dengan Pancasila,” katanya. (cr8/pra/ong)