JOGJA – Memasuki masa low season pariwisata, para pelaku pariwisata di DIJ menghadirkan event Jogja Heboh. Berbagai promosi wisata dan belanja, diharapkan bisa menarik wisatawan dan masyarakat. Termasuk rehat sejenak dari politik.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X membuka event Jogja Heboh di Kepatihan Kamis (31/1) malam. Dia mengatakan, akhir-akhir ini masyarakat selalu dihebohkan oleh kampanye politik. Itu berdampak pada pembelahan politik. Kehadiran Jogja Heboh diharapkan menjadi pemberhentian sejenak dari ketengangan tahun politik.

“Sesuai namanya Jogja Heboh dipastikan menjadi acara spekatukeler. Konotasinya memang wow,” ujar HB X.

Diharapkan selain mampu meningkatkan jejak kunjungan wisata ke DIJ, event itu bisa memeperkaya basis data. Baginya, momentum acara tersebut juga pas. Berkaca pada penyelenggaraan tahun lalu, Jogja Heboh cukup berdampak bagi para pelaku wisata. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga Jogja Heboh.

Sementara itu Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ GKR Mangkubumi menambahkan dengan mengangkat tema “More Than Just a Great Sale”, Jogja Heboh bisa menjadi peluang pemasaran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di DIJ. “Ada sekitar 800 UMKM yang tergabung. Semoga ini bisa menjadi peluang bagi penggiatnya,” tutur dia.

Puteri sulung HB X itu juga menyebut kalangan milenial yang mulai membuka usaha bisa ikut berkontribusi. Dia berharap kegiatan tahunan itu bisa menghidupkan aktvitas transaksi perekonomian dan pariwisata di DIJ.

Ketua Panitia Jogja Heboh 2019 Gonang Djuliastomo mengatakan, selama sebulan, darii 1-28 Februari 2019, ada beragam agenda yang diadakan. Terbagi menjadi dua aspek. Yakni atraksi dan transaksi. Untuk atraksi agenda meliputi Colour Run, olahraga, hingga pameran budaya. Dengan bekerja sama dengan para seniman, khususnya di DIJ, diharapkan bisa menjadi wadah bagi terciptanya kreativitas. “Nantinya juga akan ada pameran perdagangan hingga aksi tari seni,” ujarnya.

Dengan adanya atraksi tersebut diharapkan banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Jogjakarta. Hal itu juga diharap mampu meningkatkan transaksi perekonomian. “Mudah-mudahan semua pelaku usaha baik itu mall, pasar modern dan tradsional, hingga hotel, bisa mengambil peluang dari event ini,” katanya.

Acara yang diselenggarakan selama sebulan tersebut memberikan beragam promo dan progran discount hingga 50 persen. Terlebih bagi masyarakat yang tergabung dalam peserta merchant Jogja Heboh 2019. (cr9/pra/tif)