KULONPROGO – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ bersama Komisi D DPRD DIJ kembali meggelar bedah buku berjudul Prophetic Parenting karya DR Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid di Balai Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Jumat (1/2). Sebanyak 130 warga antusias mengikuti bedah buku yang berisi tentang cara Nabi Muhammad SAW mendidik keluarga dan anak menjadi mulia itu.

”Hari Jumat adalah hari yang mulia bagi umat Islam, maka tema bedah buku kali ini tentang bagaimana cara mendidik anak seperti yang diajarkan Rasulullah SAW yang telah banyak memberikan contoh bagaimana mendidik anak dan itu tersaji dalam buku yang akan dibedah bersama kali ini,” kata Wakil Ketua DPRD DIJ Nursasmito ST MM.

Dijelaskan, materi bedah buku ini sangat berharga. Peserta bisa mengetahui bagaimana orang tua dan anak menjadi mulia. Materi ini sekaligus menjadi referensi baru plus penyeimbang bagi orang tua. Agar tidak hanya berkutat pada referensi pendidikan formal di sekolah.

”Dalam menyiapkan generasi muda penerus bangsa harus seimbang,” jelasnya.
Disinggung tawuran pelajar yang masih terjadi, politikus PKS yang mencalonkan diri ke DPR RI ini mengungkapkan, fenomena itu sangat memprihatinkan. Apalagi, itu terjadi di Jogja dan sekitarnya. Kegiatan bedah buku seperti ini bisa untuk menjawab pertanyaan serupa. Dengan membaca masyarakat bisa diajak untuk peduli.

Orang tua, kata Nursasmito, harus banyak mendengarkan atau mengajak bicara anak-anaknya. Agar hubungan di antara mereka bisa lebih dekat. Dengan begitu, anak-anak bisa menerima arahan saat bergaul dengan masyarakat, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan kelompok yang mengaktualisasikan diri ke hal-hal negatif.

”Dengan begitu tidak ada lagi tawuran atau kenalakan remaja sejenisnya,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, DPAD DIJ Juli Sugiharto menambahkan, bidangnya memiliki beberapa kegiatan. Salah satunya bedah buku. Dalam APBD 2019, ada 60 lokasi yang tersebar di lima Kabupaten/Kota se-DIJ. Kegiatan ini menjadi salah satu solusi dalam mendekatkan informasi masyarakat. Juga menghubungkan fasilitas perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, atau perpusatakaan umum di wilayahnya.

”Karena dengan informasi, masyarakat bisa mengurai keterbatasannya. Tema kali ini yakni parenting, bagaimana cara mengasuh keluarga yang baik, dengan bedah buku ini konsep yang ditawrakan penulis bisa di tangkap dan sama-sama di kupas,” ucapnya.

Menurutnya, membaca juga menjadi salah satu solusi untuk melawan kemiskinan. Banyak ilmu yang diperoleh dengan membaca. Mulai ilmu pertanian, perkebunan, hingga pendidikan.

“Buku itu jendela dunia, gudang ilmu pengetahuan. Jangan biarkan anak-anak terlalu sibuk dengan bermain handphone atau menonton televisi yang belum tentu baik muatannya. Budaya literasi atau membaca itu harus diterapkan di keluarga,” pesannya. (tom/zam/riz)