KULONPROGO – Dana tali asih untuk warga penggarap Pakualamanaat Grond (PAG) terdampak bandara akan segera dicairkan. Hal itu ditandai dengan nomer rekening semua warga penerima tali asih sudah ada di Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIJ Cabang Wates.

“Saya sudah sowan dan matur menyampaikan aspirasi warga kepada Sri Paduka Paku Alam. Dalam waktu dekat kami tinggal mengkondisikan, mengatur untuk kerjasama dengan BPD, notaris, pemda dan pihak Pura Pakualaman terkait transfer uang tali asih itu,” kata Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Jumat (1/2).

Transfer akan dilakukan langsung dari rekening Pura Pakualaman ke penerima. Hasto juga sudah rapat dengan manajemen Bank BPD supaya segera mencairkan uang tali asih. “Mudah-mudahan seminggu lagi sudah cair,” jelasnya.

Jika ada kecurigaan warga terkait uang tali asih dimana bunganya dimanfaatkan aparat, itu tidak ada dasarnya. Sebab uang tersebut saat ini masih ada di rekening Pura Pakualaman bukan di rekening pemkab atau pemdes.
Hasto mengimbau warga tidak memanfaatkan dana secara konsumtif. “Gunakan untuk sesuatu yang produktif bisa untuk berdagang atau modal usaha,” katanya.

Diharapkan warga tetap membantu penyelesaian pembangunan bandara. Warga harus menciptakan suasana kondusif dan mendukung pembangunan bandara.

“Kami juga mengimbau warga selalu berkomunikasi dengan pemkab. Sehingga pembangunan bandara berjalan baik,” harapnya.

Sebelumnya, salah seorang warga penggarap PAG, Marsudi, mempertanyakan dana tali asih tersebut. Warga membutuhkan dana tersebut untuk modal membangun usaha.

“Sesuai janji, dana tali asih Rp 25 miliar akan dibagikan kepada warga penggarap. Kami hanya berharap itu segera dicairkan,” ujar Marsudi. (tom/iwa/riz)