Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang Endra Endah Wacana mengungkapkan keprihatinannya terhadap tawuran yang terjadi di Blabak. Pihaknya mengaku telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat merusak generasi muda bangsa. Salah satunya terkait tawuran antarpelajar.

“Sekali lagi kami sangat merasa prihatin terkait peristiwa itu. Kami tidak henti-hentinya untuk mengimbau siswa agar menghindari tawuran itu. Tidak bermaksud menghindar, namun untuk diketahui bahwa SMK ataupun SMA memang merupakan ranahnya di provinsi. Namun hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Endra.

Pihaknya pun telah melaporkan hal ini kepada Bupati Magelang Zaenal Arifin terkait peristiwa tawuran yang telah menewaskan salah satu siswa dari SMK Ma’arif Salam itu. “Kami juga menyarankan untuk dilaksanakan rakor yang melibatkan forkopimda. Artinya nanti juga dihadiri bupati, dandim, kapolres, dan Kajari untuk mengambil langkah-langkah tertentu, bagaimana anak-anak itu ke depan tidak lagi tawuran,” jelas Endra.

Kepada Kodim 0705/Magelang, Endra mengaku telah menyampaikan bahwa anak-anak butuh program bela negara. Namun pihaknya masih melakukan kajian ataupun langkah-langkah yang nanti akan dibicarakan bersama.

“Pendidikan karakter juga merupakan hal yang sangat penting untuk menangkal terjadinya aksi-aksi tawuran antarpelajar. Dan sejauh ini pun pendidikan karakter juga telah diberikan oleh masing-masing sekolah,” katanya.

Dikatakan, sejauh ini pendidikan katakter sudah diberikan di masing-masing sekolah meski tidak spesifik. “Kalau di sekolah-sekolah agama memang ada, misalnya mata pelajaran akhlak dan budi pekerti. Namun di sekolah-sekolah umum, meski ada tetapi tidak begitu spesifik,” ungkap Endra. (dem/laz/riz)