PURWOREJO – Masyarakat yang memberikan pengaduan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo bisa terus diikuti hingga dilakukan penanganan. Secara khusus, Dinas Komunikasi dan Informasi Purworejo membuka ruang pengaduan itu dan bisa diungguh aplikasinya di playstore.

Penggunaan aplikasi ini menggantikan aplikasi manual yang bisa diberikan melalui layanan pesan pendek dari handphone. Setidaknya dengan menggunakan aplikasi ini, masyarakat akan terbantu dan memudahkan untuk melacaknya.

Seperti yang dijelaskan Kasi Teknologi Dinkominfo Purworejo Rahayu Slamet di hadapan anggota DPRD dan Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Jawa Timur saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Purworejo, kemarin (1/2). Tampak hadir dalam kesempatan itu, jajaran DPRD, Kepala Dinkominfo Purworejo Sigit Budimulyanto serta Kabid Statistik Data dan TI Sri Palupi.

Dinamakan aplikasi Porjo (Pengaduan Online Rakyat Purworejo) dengan simbol huruf P dimana bagian puncaknya tampak seperti tanduk kambing, warga akan langsung diarahkan untuk merujuk ke organisasi perangkat daerah (OPD) mana yang menjadi sasaran pengaduan.

“Dari kami hanya menyediakan ruangnya saja, karena pengaduan itu akan langsung diteruskan ke OPD terkait,” kata Slamet.

Dari sistem tersebut, akan diketahui pengaduan apa saja yang masuk, telah diproses maupun sudah ditindaklanjuti. Aliran informasi ini bisa diikuti dengan jelas oleh pihak pengadu.

Tidak hanya sampai disitu, pengaduan ini juga bisa langsung dipantau oleh Bupati Purworejo Agus Bastian maupun perangkatnya. Praktis, setiap OPD tidak bisa bermain-main terhadap pengaduan tersebut.

“Di aplikasi ini, kita juga bisa lakukan pantuan terhadap tempat-tempat yang sudah terpasang cctv. Memang ini hanya bisa dibuka di tempat kami ataupun OPD,” imbuh Slamet.

Sementara itu Kepala Dinkominfo Purworejo Sigit Budimulyanto mengungkapkan jika pembuatan aplikasi tersebut memang menjadi kebutuhan. Ini juga menjadi salah satu bagian tekat untuk menjadikan Purworejo Smarat City.

“Di tahun 2019 ini kita juga mengembangkan telepon voip sehingga nantinya langganan telepon ditiadakan. Demikian juga layanan internet kita juga lakukan pengadaan sendiri. Seluruh jaringan yang ada sudah siap,” kata Sigit. (udi/riz)