PURWOREJO – Dua desa yang menyelenggarakan pemilihan kepala desa, terpaksa harus melakukan perhitungan persebaran suara untuk menentukan siapa yang berhak menduduki jabatan tertinggi desa. Hal ini dilakukan mengingat keduanya mendapatkan jumlah suara yang sama hingga perhitungan akhir diselesaikan.

Kedua desa yang mendapatkan hasil draw atau sama adalah Desa Karangrejo, Kecamatan Loano serta Desa Kebondalem Kecamatan Kutoarjo. Desa tersebut memiliki tiga calon yang berlaga dalam pilkades, dimana untuk perolehan tertinggi ditempati oleh 2 orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Purworejo Agus Ari Setiyadi mengungkapkan di Desa Karangrejo suara Patnani (wiraswasta) dan Ngateman (petahana kades) mendapatkan dukungan sebanyak 388 suara. Sementara Mardiyono (perangkat desa) mendapatkan suara sebanyak 153 orang.

“Kalau yang di Kebondalem Kutoarjo Syamsul Ngarifin yang menjabat sebagai petahana kades mendapatkan suara yang sama dengan Purwanto bertanda gambar jagung dengan jumlah suara sebanyak 173 suara. Sementara satu orang lagi adalah Usul dengan perolehan 158 suara,” kata Agus Ari Setiyadi, Jumat (1/2).

Diungkapkan Agus untuk menentukan siapa yang berhak menjadi Kades periode 6 tahun mendatang, panitia merujuk pada Perbup No 67 Tahun 2018 sebagai pengganti dari Perbup No 4 Tahun 2017. Ada dua metode perhitungan yang dipakai yakni dengan menghitung jumlah suara pemenang di wilayah pemilihan.

“Kita ambil contoh ada tiga wilayah pemilihan, maka siapa calon yang menang di dua wilayah pemilihan ia ditetapkan sebagai calon terpilih,” kata Agus.

Sedangkan metode kedua berdasarkan perolehan suara sah dengan selisih yang lebih sedikit dari pengurangan perolehan suara tertinggi dengan perolehan suara terendah masing-masing calon.

“Jadi kita sudah bisa mendapatkan siapa yang berhak untuk dilantik sebagai kepala desa dan tidak perlu ada Pilkades ulang,” katanya.

Dan dari hasil penggunaan metode tersebut, akhir di Desa Kebondalem Kutoarjo yang berhak menjadi kades terpilih adalah Purwanto. Sementara untuk Karangrejo Kecamatan Loano adalah Patnani.

Terpisah, Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Purworejo Toha Mahasin mengungkapkan keberadaan aturan yang digodok di DPRD Purworejo telah teruji dengan adanya hasil sama dalam pemilihan pilkades tersebut. Dirinya tidak mempermasalahkan hasil akhir karena dasar adanya ketentuan itu berasal dari Peraturan Menteri (Permen).

“Memang tidak perlu dilakukan Pilkades ulang, karena perhitungannya menggunakan peraturan yang sudah diterbitkan,” kata Toha. (udi/riz)