MUNGKID – Ada korban meninggal dunia dalam tawuran pelajar  di Dusun Jetak, Blabak, Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis (31/1) sore lalu. Dalam perkelahian pelajar masal itu ditemukan berbagai senjata tajam. Mulai pedang, celurit, gir hingga gergaji senso.

“Barang bukti di antaranya 12 senjata tajam. Ada gir, ada seng yang ditajamkan dan lain sebagainya,” kata Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho dalam keterangannya kepada wartawan perihal tawuran pelajar yang menimbulkan korban jiwa Jumat (1/2).

Selain menunjukkan barang bukti, polisi juga mengaku telah mengamankan 30 pelajar yang terlibat dalam tawuran itu. Bahkan tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka yakni N alias Peyek, 17, warga Grabag, Kabupaten Magelang; LR alias Kuman, 19, warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dan IP alias Temon, 19, warga Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Ketiganya siswa SMK Yudha Karya Kota Magelang.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nom23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 3 miliar. Untuk pelajar lainnya yang diamankan masih dalam pendalaman keterangan.

Kapolres berharap kejadian ini bisa dijadikan pembelajaran bersama, antara polisi, pemerintah, sekolah dan keluarga, agar kasus serupa tidak terulang. “Terkait hukuman juga harus diperhatikan agar benar-benar memberikan efek jera, khususnya bagi pelaku tawuran yang masih di bawah umur,” ungkapnya.

Menurut kapolres, dari keterangan tersangka kepada petugas, motif awal terjadi tawuran dari dua sekolahan ini adalah saling ejek di media sosial (medsos). “Mereka saling ejek nama sekolah terus saling mengajak ketemuan dan melakukan tawuran di daerah Blabak itu,” ujanya.

Dalam kejadian ini, korban tewas bernama Nasrul Aziz, 17, siswa SMK Ma’arif di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Korban luka atas nama Muhammad Ega Panji Pangestu (19), warga Desa Sukodadi, Bandongan, Kabupaten Magelang.

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka parah, terutama di bagian kepala akibat tikaman senjata tajam. Jenazah Nasrul Aziz sudah dimakamkan kemarin.

“Tawur antarpelajar terjadi di Dusun Jetak, Blabak, sekitar pukul 16.00. Ada satu korban yang meninggal dan satu korban luka-luka,” tambah Waka Polres Magelang Kompol Eko Mardiyanto.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Ma’arif Salam Sunarto membenarkan bahwa korban meninggal, Nasrul Aziz, merupakan siswanya yang duduk di kelas XII. Tawuran terjadi usai siswa uji coba ujian nasional.

Pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dengan seluruh wali murid kelas XII dan berpesan agar mereka ikut mengawasi anaknya menjelang ujian nasional. “Sebelum kejadian itu anak-anak, termasuk korban, melakukan uji coba UNBK,” tandas Sunarto. (dem/laz)