KULONPROGO – Kabar menyejukkan bagi pekerja megaproyek New Yogyakarta International Airport (NYIA). Khususnya pekerja dari luar DIJ. Mereka berpotensi bisa menyalurkan hak politiknya di lingkungan proyek pada 17 April nanti.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo Ibah Muthiah mengatakan, pihaknya berencana mengkaji potensi pembuatan tempat pemungutan suara (TPS) di lokasi proyek pembangunan NYIA. Dengan catatan jika jumlah pekerja proyek yang terdaftar dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) maksimal. Dengan kata lain, lebih dari jumlah pemilih dalam satu tempat pemungutan suara (TPS).

”Sesuai pasal 38 poin 10 PKPU Nomor 37, ada pembuatan TPS berbasis DPTb dengan alasan DPTb lebih dari jumlah pemilih di TPS,” ucap Ibah, sapaannya, kemarin (3/2).

Dia menilai, pembuatan TPS itu sangat rasional. Sebab, jika pemilih tambahan lebih dari 500 orang, sangat sulit jika TPS-nya numpang di tempat lain.

Hingga sekarang, KPU masih mendata berapa pekerja NYIA yang mengisi formulir A-5. Yakni, surat keterangan atau pemberitahuan pindah pemilih dari panitia pemungutan suara (PPS).

”Kami sudah membuka posko pelayanan formulir A-5 di kantor Kecamatan Temon pada Rabu (30/1) hingga Minggu (3/2),” ungkapnya.

Disinggung ketersediaan surat suara, Ibah menegaskan, berdasarkan surat keputusan KPU nomor 227, ada proses peralihan dari daftar pemilih khusus (DPK) menjadi DPTb, supaya mereka mendapat hak. Artinya, jika DPK, surat suara yang didistribusikan adalah sejumlah DPT dikali 2,5 persen cadangannya.

”Sementara DPK tidak masuk DPT. Makanya ada proses perubahan status dari DPK menjadi DPTb dalam rangka surat suara tidak kurang. Mereka yang terdata, otomatis mendapat surat suara,” tegasnya.

Terkait DPTb, sebenarnya mereka sudah mendapat jatah, tapi di daerah asal. Persoalannya adalah, dalam proses migrasi tidak disertai dengan perpindahan surat suaranya.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data Informasi KPU Kulonprogo Yayan Mulyana menambahkan, potensi DPTb pekerja proyek NYIA saat ini bergerak terus. Sebab, belum ada kepastian rencana pengoperasian NYIA. Jika diresmikan awal April sebelum Pemilu 2019, otomatis pemilih DPTb tidak banyak karena proyek tidak banyak melibatkan pekerja.

“Namun demikian, kami tetap akan memfasilitasi pemilih di sana agar tidak ada pekerja yang kehilangan hak suara. Hal itu yang menjadi penyebab kenapa khusus di Kecamatan Temon, posko pelayanan formulir A-5 waktunya lebih panjang dibandingkan di kecamatan lainnya,” ucapnya. (tom/zam/tif)