Anggota Komisi D DPRD DIY Muhammad Yazid mengajak masyarakat melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan. Deteksi dini itu sebagai upaya pencegahan sebelum menderita suatu penyakit.

“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” ujar Yazid saat sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diadakan Dinas Kesehatan DIY di Balai Desa Sidorejo, Godean, Sleman, Rabu (6/2).

Yazid mengatakan, upaya deteksi dini dapat dilakukan dengan kebiasaan masyarakat mengecek kondisi kesehatannya. Caranya secara periodik mendatangi pos pembinaan terpadu (posbindu). “Posbindu dibentuk di setiap desa se-DIY,” ujar anggota dewan asal Moyudan, Sleman ini.

Dikatakan, posbindu merupakan kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) secara mandiri dan berkesinambungan.

Tujuan posbindu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup bagi mereka yang sudah berumur. Termasuk para lanjut usia (lansia). Kegiatan posbindu antara lain berupa pemeriksaan fisik, mulai dari urin, darah, berat badan dan tinggi badan. Jika ada keluhan maka bisa dirujuk ke puskesmas. Biasanya petugas puskesmas akan ikut membina kegiatan posbindu di masyarakat.

Germas, lanjut Yazid, meliputi tujuh hal. Enam langkah lainnya dengan membiasakan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, membudayakan mengonsumsi buah dan sayuran serta memberikan ASI eksklusif. Selanjutnya, tidak merokok, tak mengonsumsi minuman alkohol, menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban.

“Aktivitas fisik dengan melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan keluarnya tenaga yang penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik,” terang dia.

Keuntungan dari melakukan aktivitas fisik secara teratur membuat tubuh terhindar dari penyakit jantung, stroke, kanker, tekanan darah tinggi, kencing manis dan lainnya. “Berat badan menjadi terkendali, lebih bertenaga dan bugar,” ungkap Yazid.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak masyarakat membudayakan mengonsumsi makanan yang tanpa bahan kimia. Para petani diharapkan membiasakan menanam padi, buah dan sayuran dengan pupuk organik.

Bahannya dengan memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, kompos dan humus. “Jangan biasakan memakai pestisida. Itu tidak baik bagi kesehatan,” ingatnya.

Di tempat sama, Kepala Seksi Standardisasi Tenaga dan Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Ana Adina Patriani mengungkapkan, tingkat konsumsi buah dan sayur di DIY cenderung masih rendah. Padahal buah dan sayur merupakan bagian dari Germas.

“Sayur itu harganya relatif murah,” ujarnya. Dia mengajak peserta Sosialisasi Germas yang didominasi ibu-ibu rumah tangga agar membudayakan mengonsumsi buah dan sayur di lingkungan keluarga. Sebab, buah dan sayur penting bagi kesehatan.

Ana juga mengungkapkan penderita hipertensi di DIY berada di urutan pertama di tingkat nasional. Sedangkan penderia diabetes militus (DM) ada di posisi kedua. Baik hipertensi maupun DM termasuk jenis PTM. “Masyarakat harus membudayakan gaya hidup sehat,” pintanya. (kus/riz)