Mulai ada sejak Mei 2017, Program Studi (Prodi) S1 Bisnis Kewirausahaan Universitas Widya Mataram (UWM) Jogjakarta terus berusaha memajukan mutu pendidikan. Meski terbilang baru, prodi ini telah mampu membuat gebrakan inovasi.

“Kami sudah memulai proses pembelajaran sejak 2018 kemarin,” ujar Ketua Prodi Bahri SE, MM, saat ditemui Radar Jogja.

Meski baru menginjak semester pertama, prodi yang berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi ini telah mampu menyelenggarakan event besar. Tepatnya pada 12-13 Januari lalu, mahasiswa semester 1 prodi ini mengadakan Widya Mataram Got Talent bekerja sama dengan UMKM binaan Koperasi Aku Sejahtera.

Acara besar itu dirancang dan dikemas oleh para mahasiswa langsung. Mulai dari mencari sponsorship, mencari pengisi stan UMKM, hingga menjalin kerja sama dengan stakeholder lain.

Kegiatan itu termuat sebagai salah satu mata kuliah yang diajarkan. Yakni bernama Enterpreneurship Mindset and Spirit. “Jadi dari awal kami ajarkan bagaimana mahasiswa menjadi event organizer atau EO,” tutur Bahri. Aktivitas tersebut juga bertujuan melatih softskill mahasiswa.

Lebih lanjut dikatakan, prodi tersebut hadir berdasarkan situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Data menunjukkan, indikator negara maju salah satunya dilihat dari kemandirian ekonomi masyarakat. Yaitu melalui bisnis kewirausahaan setidaknya lima persen.

“Indonesia masih kalah dari Malaysia dan Singapura terkait kewirausahaan. Kita masih di sekitaran tiga persen,” kata Bahri.

Selain kemandirian finansial, Prodi Bisnis Kewirausahaan ingin mencetak mahasiswa yang kelak bisa menjadi job maker. Bukan lagi job seeker. “Kalau bisa sebelum lulus sudah punya bisnis,” tuturnya. Hal itu pun diyakini mampu mengurangi pengangguran di Indonesia, khususnya Jogjakarta.

Kemampuan berwirausahan itu pun ditunjang oleh mata kuliah yang diajarkan. Mulai dari Pengantar Kewirausahaan, Kewidyamataraman, hingga Akuntansi Bisnis. Termasuk juga mata kuliah Enterpreneurship Mindset and Spirit. Tak ketinggalan pula mata kuliah wajib dari universitas seperti Widya Mataraman hingga Pendidikan Pancasila.

Prodi ini memiliki dua konsentrasi. Yakni Bisnis Pariwisata dan Kuliner, serta Bisnis Fashion. Konsentrasi tersebut mengikuti perkembangan dan kebutuhan yang ada di masyarakat. “Konsentrasi itu bisa diambil mahasiswa mulai semester enam,” ungkap Bahri.

Pihak prodi juga telah merancang mata kuliah Inspirasi Bisnis. Di situ, mahasiswa akan mengikuti kuliah dengan pengajar yang berbeda-beda di setiap minggunya. Pengajar yang merupakan pakar di masing-masing bidang diharap mampu memberi inspirasi kepada mahasiswa. “Sehingga mereka bisa belajar langsung. Tahu tentang seluk beluk bisnis,” tambahnya.

Tak hanya itu, prodi juga membekali mahasiswa untuk membangun bisnis start up. Hal itu berkaitan dengan technopreneurship, baik yang dikembangkan pada sektor barang atau pun jasa. Nantinya, hasil pembelajaran selama perkuliahan berupa tugas akhir (TA) yang berkelanjutan.

Ada pun kerja sama yang dijalin dengan berbagai pihak. Terutama dengan Jogja City Mall (JCM). Di mana area perkuliahan mengambil sebagian sudut utara lantai 1 dalam mal. Hal itu pun bukan tanpa tujuan. Pihak kampus ingin agar mahasiswa bisa belajar dan berdiskusi langsung kepada para penggiat usaha yang ada di sana. “Kadang kami juga melakukan kegiatan kuliah di luar kelas,” ungkap Bahri.

Meski prodi itu baru saja memulai aktivitas belajar mengajarnya, Bahri mengaku antusiasme mahasiswa cukup tinggi. Dia pun berharap Prodi Bisnis Kewirausahaa bisa menjadi langkah yang baik.

Tak hanya bagi prodi, tapi juga fakultas, bahkan universitas. “Semoga prodi ini bisa lebih dikenal masyarakat. Serta bisa membantu masyarakat, terutama di bidang wirausaha,” harapnya.

Saat ini, Prodi Bisnis Kewirausahaan sudah membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2019/2020. Bahri pun ingin Prodi Bisnis Kewirausahaan bisa menjadi jalan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Jogjakarta. (cr9/laz/riz)