MAGELANG – Selama Januari lalu, Polres Magelang Kota berhasil mengungkap enam kasus penyalahgunaan narkotika. Sayangnya, mereka hanya berhasil mengungkap pada level pemakai.

Belum menyentuh para pengedarnya. Barang bukti yang disita juga tidak banyak, hanya sekitar 1,32 gram narkotika jenis sabu.“Mereka dijerat pasal berlapis tentang narkotika atau UU RI No 35/ 2009,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, Rabu (6/2).

Dari enam kasus tersebut, ditangkap enam tersangka. Yakni FBS bin Budiyanto, 23 dan YF bin Ahmad Rifai, 33. Keduanya warga Kelurahan Panjang, Magelang Tengah. Lalu Ndoel bin Yono Sukoco, 31 dan WP bin Sugiyanto, 36. Keduanya warga Kelurahan Rejowinangun Utara, Magelang Utara.

Dua lainnya WA binti Mustofa, 38 dan NC bin Bejo Suyanto, 23. Keduanya warga Kelurahan Rejowinangun Selatan, Magelang Selatan. “Dua tersangka FBS dan YF saling terkait yang kami tangkap 10 Januari di Kampung Bogeman Lor Kelurahan Panjang,’’ ujarnya didampingi Kasubag Humas AKP Nur Sajaah.

Idham menyebutkan, dari hasil pengungkapan ini, lima tersangka ditahan. Sedangkan satu tersangka lain berinisial WA yang berjenis kelamin perempuan tidak ditahan. Alasannya, ancaman hukuman WA di bawah lima tahun dan perannya hanya mengetahui saja.

Ancaman hukuman paling berat kami tujukan pada tersangka NC karena dugaan pengedar, yakni penjara seumur hidup dan atau paling singkat lima tahun dengan denda sedikitnya Rp 1 miliar. “Tersangka WA tetap kami proses sesuai hukum, meski tidak ditahan,” ungkapnya.

Modus operandi pelaku yang baru pertama ditangkap oleh aparat Polres Magelang Kota ini hampir sama dengan pelaku-pelaku lain yang sudah tertangkap. Pengedar menaruh barang pesanan sabu di suatu tempat yang sudah disepakati dengan pembeli/pemesan.

Sejauh ini, komunikasi antara pemesan dan penjual lewat telepon seluler, khususnya pesan singkat (SMS). “Tempat yang dipilih bisa di pot, tiang listrik, atau lainnya yang terlebih dahulu sudah diberi tanda,” tandasnya. (dem/din/riz)