JOGJA – Komitmen BRI untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, diwujudkan dalam berbagai macam aspek. Mulai dari upgrade teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga memperbaiki core bisnis.

Kepala Kantor Wilayah BRI Jogjakarta, Endro Patmono menyebutkan, hingga akhir 2018, BRI berhasil membuat gebrakan-gebrakan baru untuk layanan perbankan. Konsep digital servise kini menjadi roh utama.

“Layanan digital terus kami upgrade yang perbaiki. Karena mau nggak mau, kita harus mengikuti perkembangan zaman, dimana pengaplikasian teknologi digital menjadi hal yang lazim untuk digunakan,” ujarnya. Adapun produk digital yang dimiliki BRI saat ini adalah BRI Mobile dan BriLink.

Meski sama-sama berwujud aplikasi, namun fungsi dan kegunaan dua aplikasi ini berbeda. BRI Mobile lebih mengarah kepada akses layanan perbankan secara individu, seperti pengecekan saldo, menyelesaikan persoalan pembayaran, dan lain sebagainya. Sedangkan BriLink merupakan aplikasi yang digunakan untuk mitra BRI (agen).

Selain itu, saat ini BRI telah memperbaiki layanan e-banking, kredit card, dan debit card. Baru- baru ini BRI juga telah mengganti kartu ATM biasa menjadi kartu berchip. Kartu berchip berguna untuk meminimalisir kriminalisasi akibat penggandaan skimming. Menariknya, hingga saat ini 30 persen nasabah BRI telah memigrasikan kartu ATM mereka ke kartu berchip. “Ini sesuatu yang membanggakan. 30 persen itu setara hampir 300 ribu rekening. Bisa dibilang kami adalah pionir dari konsep digital katu ATM berchip ini,” ucapnya.  (met/jko/riz)