JOGJA – Seiring dengan rencana beroperasinya New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) pada April mendatang, target jumlah kunjungan wisatawan ke DIY juga naik. Dinas Pariwisata DIY menargetkan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini naik menjadi 5,9 juta orang.

Itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Jasa Pariwisata untuk Meetings, Incentives, Conferences dan Exhibitions (MICE) di Hotel Royal Darmo, Selasa (12/2).

“Tentu ini sebuah tantangan besar, mengingat posisi Jogjakarta tak hanya sebagai kota wisata tetapi juga pelajar, budaya, dan belanja. Apalagi dengan adanya direct flight potensi bagi pariwisata jogja untuk lebih berkembang sangatlah besar,” katanya.

Singgih menjelaskan, tahun lalu, DIY berhasil menggaet jumlah wisatawan lima juta orang lebih. Dari jumlah tersebut, 500 ribu diantaranya adalah wisatawan mancanegara dan sisanya domestik. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2017 dimana jumlah wisatawan yang berkunjung hanya 4,8 juta.

Singgih menambahkan, tak hanya bandara baru, destinasi wisata lain seperti masuknya candi Borobudur sebagai bagian dari 10 Bali baru menjadi peluang untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Menurut dia, meski terletak di Jawa Tengah, keberadaan Borobudur ini membuat pemerintah Jogjakarta gerak cepat untuk mendukung percepatan pariwisata. “Salah satunya dengan memperiapkan MICE yang berkualitas dan berstandar,” papar mantan Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY itu.

Singgih menyebutkan, salah satu keunggulan Jogja inikan fasilitas hospitality-nya. Banyaknya hotel- hotel berbintang dengan fasilitas yang mumpuni dan berkelas membuat bisnis dilini ini tak pernah sepi

“MICE ini penting untuk ditingkatkan kualitas dan standarisasinya, supaya bisa bersaing dengan daerah lain. Jadi gak boleh asal- asalan. Sebab, hal ini akan mempengaruhi layanan dan kualitas produk yang ditawarkan,” ujarnya.

Adapun penyelenggaraan Bimtek kali ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 28/2014 tentang usaha jasa penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran. Bimtek kami ini merupakan kali ketiga dari Dinas Pariwisata setelah standarisasi usaha bar dan biro perjalanan wisata. (*/met/pra/tif)