JOGJA – Ambisi PSIM Jogja untuk segera naik kasta ke Liga 1 musim ini tampaknya bukan isapan jempol.  Manajemen tim berjuluk Laskar Mataram itu menunjukkan keseriusannya jelang kompetisi Liga 2 musim ini. Bahkan, calon investor yang digadang-gadang akan mengelola PSIM Jogja pun dikabarkan tinggal selangkah lagi mencapai kesepakatan.

Sekretaris PSIM Jogja Jarot Sri Kestawa menyatakan, calon investor yang berminat mengakuisisi PSIM Jogja telah mengerucut satu nama. Saat ini pihaknya hanya menunggu kesepakatan dari penjajakan yang telah dilakukan.”Sebelum akhir bulan ini, minggu ketiga harus deal semua,” kata Jarot Selasa (12/2).

Oleh sebab itu, manajemen tidak ingin tergesa-gesa melakukan pemanggilan pemain yang diproyeksikan untuk kompetisi mendatang. Sebab, terkait komposisi skuad, masih harus dibicarakan terlebih dulu dengan calon investor.

Dijelaskan, calon penyandang dana yang akan menyokong Laskar Mataram berambisi membawa PSIM Jogja menembus Liga 1. Dengan adanya kesamaan visi antara manajemen dan investor, yang sama-sama mengusung target promosi dari Liga 2, pihaknya cukup yakin investor tersebut tepat berada di PSIM Jogja. ”Kami memang ingin naik ke Liga 1. Di antara calon investor ada yang semangat. Kalau sekadar ikut kompetisi, akeh tunggale,” jelasnya.

Jarot meyakini, seandainya target yang diusung kedua belah pihak sudah sejalan, Laskar Mataram akan lebih mudah dalam melangkah. Itu juga termasuk dalam hal penunjukan juru taktik yang akan menukangi tim yang bermarkas di Stadion Mandala Krida ini.

Sejauh ini, pihak manajemen belum menunjuk allenatore yang akan menukangi PSIM Jogja. Namun setidaknya, dengan kebijakan manajemen dan investor bisa menujuk pelatih yang sesuai dengan arah dan target PSIM Jogja. ”Pelatih dan pemain nanti kami bicarakan. Sekarang kami konsentrasinya ke bentuk kerja sama terlebih dahulu,” terangnya.

Manajer PSIM Jogja musim lalu Erwan Hendarwanto menyambut baik kehadiran investor yang memiliki semangat naik kasta ke Liga 1. Dengan begitu, semangat dan motivasi elemen PSIM Jogja untuk melihat timnya berkembang semakin meningkat. ”Memang harus ada target yang lebih tinggi supaya tidak bertahan saja,” kata Erwan. (bhn/din/tif)