SLEMAN – Adanya peristiwa air masuk ke dasar Bendungan Samberembe di Dusun Sambirejo, Selomartani, Kalasan, ternyata disebabkan rusaknya dasar bendungan. Sehingga air menerobos masuk ke dalamnya. Menyebabkan pasokan air ke sawah terganggu.

Pengamat Pengairan UPT Pelayanan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Tengah Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Wahyudi mengatakan, pihaknya tengah menambal lubang 4×3 meter tersebut secara permanen. “Karena sudah pernah terjadi kejadian serupa. Jadi kami upayakan tambal permanen,” kata Wahyudi.

Kepala Dusun Sambirejo, Giyanto mengatakan, para petani khawatir tidak segera mendapatkan air untuk sawahnya. “Namun mereka saya minta tenang, karena sedang dalam perbaikan,” kata Giyanto.

Amblesnya lantai Bendungan Samberembe tersebut masih menyedot perhatian warga. Banyak yang mengira fenomena itu adalah sinkhole. Padahal penyebabnya konstruksi bendungan yang rusak.

Lubang itu muncul pada Jumat (8/2). Hingga Selasa (12/2) lokasi tersebut masih banyak dikunjungi orang. “Penasaran, karena lihat pesan di whatsapp lalu datang ke sini,” kata Suparman, 39, warga Prambanan.

Wahyudi mengatakan, di Sleman ada sekitar 835 bendungan. Kondisinya beragam. “Ada yang dibangun pada zaman Belanda,” kata Wahyudi.

Beberapa bendungan kondisinya memprihatinkan. “Makanya setiap tahun kami lakukan pengawasan dan evaluasi,” kata Wahyudi.

Pihaknya telah melakukan perbaikan bendungan tersebut. Mencegah bendungan tidak ambrol. “Lubang itu menggerus bawah bendungan. Kalau tidak segera kami tutup bisa berbahaya,” katanya. (har/iwa/tif)