JOGJA – Pantas saja jika pelanggaran terkait perparkiran masih marak di Kota Jogja. Bahkan yang teranyar, pelaku parkir ilegal di depan pintu masuk eks Bioskop Indera di kawasan Malioboro, hanya diminta membuat surat pernyataan.

Padahal para pelanggar parkir sebelumnya minimal diajukan mengikuti sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Jogjakarta.

Bahkan aktivitas parkir tetap berjalan seperti hari biasanya. Tapi untuk tarif diminta menyesuaikan tarif sesuai Perda No 4 nomor 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Jogja Imanudin Aziz mengatakan, hasil pertemuan dengan pengelola parkir di tempat itu, mengakui kesalahannya. Kemudian hanya diminta membuat surat pernyataan.

“Mereka mengaku salah karena tarif parkir tidak sesuai ketentuan perda. Kesepakatannya tarif parkir kisaran Rp 2 ribu dan maksimal Rp 4 ribu. Berlaku progresif 50 persen untuk per tiga jam berikutnya,” ujar Azis ketika ditemui di Kantor Dishub Kota Jogja, Rabu (13/2). “Kalau kemarin Rp 15 ribu tapi hanya parkir dua jam itu memberatkan,” tambahnya.

Selain karena mengakui kesalahannya, alasan tidak memproses hukum pengelola parkir ilegal di depan eks Bioskop Indera karena hanya sementara. Sampai Maret nanti. Itupun lahan yang digunakan bukan sisi dalam, wilayah depan untuk kapasitas lima mobil. Ikuti aturan, kalau melanggar ya sanksi tipiring,” katanya.

Pembinaan yang berlangsung di Kantor Dishub Kota Jogja melibatkan pengelola dan pihak keamanan eks Bioskop Indera. Dalam kesempatan ini Aziz mengimbau pengelola lahan parkir lainnya bijak. Ketika permasalahan viral maka akan berimbas pada nama baik Kota Jogja.

“Untuk pengguna jasa parkir jika menemukan pelanggaran atau mau membuat aduan resmi bisa melalui aplikasi Jogja Smart Service,” pesannya.

Sedang pihak keamanan eks Bioskop Indera Agus Edi, yang datang ke kantor Dishub Kota Jogja, mengaku siap mematuhi anjuran Dishub Kota Jogja. Secara terbuka dia juga mengakui tak mudah mengontrol petugas parkir. Itu karena adanya dua shift dalam satu hari jaga.

“Kelemahan pengawasan karena kami sebenarnya petugas keamanan eks Bioskop Indera. Jadi terkadang memang lengah jika harus mengawasi seharian. Tapi adanya pertemuan dengan Dishub semua jadi jelas,” katanya.

Terpisah Kepala UPT Malioboro Ekwanto kembali menegaskan area tersebut eks bioskop terlarang untuk lahan parkir. Ini karena area tersebut sejatinya masih kawasan proyek eks Bioskop Indera. Untuk lahan parkir resmi, pengunjung diarahkan ke Taman Parkir Abu Bakar Ali dan selatan Pasar Beringharjo.

“Tidak boleh di area tersebut, jika memang didepan pintu seng eks Bioskop Indera. Tidak hanya lahan parkir, PKL sebenarnya juga tidak boleh,” tegas mantan Lurah Prawirodirjan itu. (dwi/pra/riz)