PURWOREJO – Bangunan yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo untuk menyimpan kotak dan surat suara Pemilu 2019 dinilai kurang representatif. Saat hujan, ada bagian atap yang bocor hingga air masuk ke dalam gudang.

Bawaslu Purworejo meminta KPU agar memperhatikan hal tersebut dan melakukan tindakan segera, agar tidak menggangu penyimpanan kotak dan surat. Bangunan yang digunakan itu berada di Jalan Kutoarjo Km 5, tepatnya di Desa Candisari, Banyuurip, yang sebelumnya pernah digunakan sebagai pabrik mebel Jati Indah.

Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pantauan ke gudang KPU dan mendapati ada genangan air yang ada di tengah penyimpanan kotak suara yang belum terakit. “Ada dua sumber kebocoran,” kata Nur Kholiq.

Untungnya, kebocoran yang ada tersebut tidak sampai menimpa kotak suara yang sudah terakit, sehingga kerusakan bisa diminimalisasi. Air hujan memang sempat menimpa kotak suara yang belum dirakit dan masih terbungkus plastik.  “Untungnya ada plastik sehingga tidak rusak,” tambah Kholiq.

Terpisah, Ketua KPU Purworejo Dulrokhim saat diminta keterangannya mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti adanya kebocoran bangunan tersebut. Dia meminta pemilik gudang agar segera melakukan perbaikan.  “Sudah kami sampaikan ke pemilik dan langsung ditindaklanjuti,” kata Dulrokhim. (udi/laz)