JOGJA – Perayaan Imlek erat kaitannya dengan kebudayaan Tionghoa. Memasuki tahun babi tanah 2570, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) digelar dengan tema “Harmony in Diversity.” Momentum ini mengandung unsur ajakan bagi masyarakat Jogjakarta. Untuk bersatu dalam perbedaan.

“Kami ingin kebersamaan masyarakat di Jogjakarta selalu guyub dan harmonis,” ujar Ketua Umum Panitia PBTY Tri Kirana Muslidatun mengawali pembukaan rangkaian agenda PBTY di Kampung Ketandan, Kota Jogja, Rabu malam (13/2).

Di ajang ini seluruh masyarakat, tak terkecuali wisatawan domestik maupun mancanegara, bisa menikmati berbagai suguhan akulturasi budaya Tionghoa di Jogjakarta.

Lebih dari itu, kata Ana, sapaan Tri Kirana, agenda budaya jelang Cap Go Meh ini telah menjadi salah satu magnet pariwisata di DIJ. Ada beragam seni budaya dan kreativitas di PBTY. Sisi seni budaya itu pun dianggap sebagai salah satu aspek pembangunan. Di sisi lain, membangun sikap toleransi lewat PBTY menjadi visi Pemkot Jogja dalam mewujudkan Jogjakarta sebagai city of tolerance.

Ketua Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) Harry Setyo mengamini pernyataan Ana. PBTY telah menjadi salah satu agenda terbesar nasional di Indonesia. Bahkan menjadi salah satu momentum yang akan masuk “Wonderful Indonesia”.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mendukung penuh gelaran PBTY. Menurutnya, PBTY mampu membangun suasana kehidupan yang menandakan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia. Kehidupan yang guyub dan rukun itu pun diharapkan mampu terus terjaga. Terlebih di tahun politik saat ini. “Suasana seperti ini harus terus dihidupkan,” tuturnya.

Kendati demikian, HB X menekankan pentingnya memahami arti keberagaman. Agar tidak disalahartikan oleh pihak tertentu menjelang pemilu. Karena itu HB X mewanti-wanti masyarakat pentingnya menjaga lisan dan tindakan.

Tak lupa dalam kesempatan itu HB X berharap akan banyak limpahan rezeki bagi masyarakat di tahun babi. “Gong xi fa cay. Semoga membawa aura kemurahan hati, solidaritas, soliditas, dan bisa menjadi cara introspeksi diri,” harapnya.

Adapun PBTY 2019 digelar selama sepekan. Hingga Selasa (19/2). Beragam acara digelar dalam kegiatan itu, di antaranya: bazar makanan, pernik-pernik khas Tiongkok, konsultasi feng shui, hingga pengobatan ala Tionghoa. Pengunjung PBTY bisa turut serta dalam berbagai perlombaan. Seperi lomba mewarnai, desain batik, lomba puisi bahasa Mandarin, dan kaligrafi Tiongkok. (cr9/yog/riz)