SLEMAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai merakit kotak suara. Tak terkecuali KPU Sleman. KPU hanya butuh delapan tenaga kerja untuk merakit kotak suara berbahan duplex itu. Meski, jumlah kotak suara yang di-setting 16.955.

Kordiv Teknis Pelaksanaan KPU Sleman Aswino Wardana menyebutkan, proses perakitan cukup simpel. Satu kotak suara hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit.

”Target perakitan selesai pekan depan,” jelas Aswino di kantornya, Rabu (13/2).

Tahapan ini, kata Aswino, tidak sekadar untuk men-setting kotak suara. Melainkan juga untuk mengetahui berapa kotak suara yang rusak. Agar KPU Sleman bisa segera mengajukan permohonan kepada KPU Pusat perihal logistik yang perlu diganti. Sebab, kotak suara harus disesuaikan dengan jumlah TPS (tempat pemungutan suara).

”Tapi, sejauh ini kotak suara dalam kondisi yang baik dan kuat,” ucapnya.

Aswino menyebut jumlah TPS di Sleman 3.391 unit. Tidak hanya tersebar di dusun, melainkan juga di kampus, rumah sakit, hingga lembaga pemasyarakatan.

”Masing-masing TPS dapat jatah lima kotak suara,” sebutnya.

Meski perakitan selesai pekan depan, Aswino memastikan, pendistribusiannya menunggu logistik pemilu yang lain. Sebab, pendistribusian logistik secara serentak. Bersama dengan surat suara, tinta, alat tulis, dan lainnya.

”Distribusinya ya sekitar 14-16 April 2019,” ungkapnya.

Terkait jumlah surat suara yang diterima KPU Sleman, Aswino belum bisa memastikannya. KPU masih menunggu proses pengajuan formulir pindah pemilihan (formulir A-5) selesai.

”Saat ini sudah ribuan yang mengajukan (pindah pemilihan). Kemungkinan logistik seperti surat suara juga otomatis bertambah. Kalau target untuk A-5 ini 17 Maret selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Kadiv Perencanaan, Data dan Informasi, KPU Sleman Indah Sri Wulandari hingga kemarin masih melakukan jemput bola untuk pengajuan formulir A-5. Dia turun langsung ke sekolah, asrama mahasiswa, hingga kampus.

”Konsentrasinya ya di Depok paling banyak,” katanya.

Indah menjelaskan, ada lima macam surat suara. Calon presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

”Kalau yang pindah pemilih dari luar DIJ hanya dapat satu surat suara, yaitu calon presiden dan wakil presiden,” tambahnya. (har/zam)