SLEMAN – Jajaran Unit Reskrim Polsek Mlati berhasil mengamankan tiga pelaku pelemparan batu yang menyebabkan kaca mobil pikap pecah. Dari ketiga pelaku tersebut, dua di antaranya masih berusia di bawah umur.

Ketiga pelaku tersebut, Sendy Kurniawan, 18, warga Gamping siswa kelas 9 sebuah SMK swasta di Moyudan. Dua lagi, berinisial DF, 17, warga Godean yang sudah putus sekolah (drop out/DO) dan RW, 16, warga Gamping siswa sebuah SMPN di Mlati.

Ketiganya ditangkap jajaran Polsek Mlati pada Sabtu (9/2) pukul 20.00 di daerah Mlati. Namun, DF dan RW tidak ditahan, karena masih di bawah umur.
Peristiwa terjadi pada Minggu (3/2) pukul 02.30 dinihari. Lokasinya hanya berjarak 100 meter dari Polsek Mlati.

Tepatnya di Jalan Gajah Mada, Dusun Sendari, Mlati. Dari penelusuran kepolisian, terdapat sembilan tempat kejadian perkara (TKP). Lima di Mlati, dua di Godean, dan dua di Seyegan. Pelakunya sama.

Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu menjelaskan, sebelum melakukan tindak kejahatan, ketiganya berkumpul di Lapangan Tirtoadi sembari minum minuman beralkohol (mihol). “Lalu, atas ide Sendy, dia mengajak dua pelaku lain untuk jalan-jalan tidak jelas atau istilahnya cleleng,” ujar Yugi di Mapolsek Mlati, Rabu (13/2).

Dalam aksi tersebut, para pelaku menggunakan dua sepeda motor. RW berboncengan dengan DF. DF berperan sebagai eksekutor.
Sedangkan Sendy berperan untuk mengawasi keadaan. “Nampaknya mereka memilih kendaraan yang kebetulan berpapasan dan jalurnya agak ke tengah,” kata Yugi.

Dijelaskan, para pelaku memilih korban secara acak. Dari pengakuan pelaku, lokasinya tidak hanya di satu titik. “Mereka melakukan aksi tidak hanya di satu tempat. Namun, laporan resmi yang masuk, baru satu kejadian. Mengakibatkan kerusakan kaca pikap,” kata Yugi.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda DIJ, Kombes Pol Hadi Utomo menjelaskan, kendati ketiga pelaku masih di bawah umur, apa yang mereka lakukan sangat berbahaya. Dia prihatin dengan tindakan para pelaku yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan yang berujung kematian.

“Ini kejahatan jalanan serius. Kami tidak pernah menolelir tindak kejahatan jalanan,” tegas Hadi.

Dikatakan, ketiga pelaku tersebut bangga aksi mereka viral di media social (medsos). “Apalagi, mereka juga tergabung dalam salah satu grup di Facebook yang sering mengabarkan kejadian seperti ini,” kata Hadi.

Dia meminta masyarakat tidak mengunggah hal-hal semacam itu ke medsos. Jika ada masyarakat yang mengetahui kejadian seperti itu segera melapor ke polisi.

Personel Polsek Mlati mengamankan barang bukti berupa batu yang digunakan untuk melempar kaca pikap. Juga disita pakaian pelaku dan dua motor yang digunakan pelaku.

“Karena modusnya adalah ingin bikin onar, kami jerat dengan pasal 170 KUHP subsider pasal 406 KUHP jo pasal 55 KUHP. Yaitu telah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang,” kata Hadi.

Salah seorang pelaku aksi pecah kaca, Sendy mengaku, aksi itu untuk menyalurkan emosi. “Berani (melakukan kejahatan tersebut) karena ada temannya,” dalih Sendy. (har/iwa/riz)