PURWOREJO – Meskipun masih tergolong usaha mikro kecil menengah (UMKM), kesadaran para pengusaha untuk melegalkan hasil produksinya cukup besar. Buktinya, dari 20 kuota pengajuan izin perusahaan industri rumah tangga (PIRT), yang memasukkan proses perizinan mencapai 140.

Pembatasan terpaksa dilakukan Dinas Koperasi Usaha kecil Menengah dan Perdagangan (DinKUKMP) Purworejo karena keterbatasan anggaran. Dari program pemrosesan izin yang diberikan, sebanyak 20 pengusaha kecil harus bersabar untuk mengantongi perizinan.

Hal itu diungkapkan Kasi UMKM DinKUKMP Purworejo Nurhadi Trionggo saat kegiatan fasilitasi perizinan PIRT umum yang diadakan di Hotel Sanjaya, kemarin (14/2). Sebanyak 140 orang mendapatkan beberapa penjelasan tentang proses izin, kesehatan, dan pengemasan produk.”Sosialisasi perizinan ini dilakkan setahun lalu,’’ kata Nurhadi.

Menurutnya, selama satu tahun mereka mengikuti beberapa tahapan untuk peningkatan kualitas produksinya. Harapannya saat telah mengantongi legalitas, barang yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. “Pelaku usaha memiliki tanggapan yang baik,’’ tambahnya.

Menilik dari hasil produksi yang ada, selama ini pelaku usaha memang masih memiliki beberapa kendala. Meski sumbatan pemasaran sudah teratasi namun barang yang ada kurang diminati pasar. ”Bentuk barang dan rasa tidak kalah. Hanya di pengemasan masih butuh banyak sentuhan,” katanya.

Karena itulah, dalam sosialisasi mereka diberikan pembekalan. Sehingga barangnya akan memiliki tampilan yang baik dan bisa mengundang orang untuk membeli.

Pendamping UMKM Provinsi Jawa Tengah Andi Sapto Iswantoro mengungkapkan pengemasan memang menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah produk. Barang yang sebenarnya enak, tapi tidak dikemas dengan baik, tidak akan diminati.

Andi mengajak pelaku usaha untuk lebih kreatif dalam mengemas produk. Meski demikian, dia meminta agar pelaku usaha tidak melakukan perubahan komposisi saat barangnya mulai laku di pasaran. (udi/din/riz)