SLEMAN – Tidak hanya bertugas mengawasi barang-barang import maupun ekspor, Bea Cukai juga memiliki produk atau fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Seperti Kemudahan Import Tujan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM), Pembebasan Bea Masuk, Kawasan Berikat, Gudang Berikat, dsb.

“Kami punya produk-produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan kepabean, fasilitas yang memberikan keuntungan dari sisi fiskal, individu, maupun instansi,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Jogjakarta Sucipto saat berkunjung ke Kantor Radar Jogja, Rabu (13/2).

Sucipto mengatakan, pihaknya saat ini memilih fokus pada upaya bagaimana membantu masyarakat atau instansi dapat berkembang dan memiliki omzet yang besar. Juga membantu mengambangkan industri-industri di jogja untuk peningkatan ekspor dan investasi.

“Belum banyak ya yang mengetahui fasilitas-fasilitas tersebut, padahal banyak industri ekspor import di Jogja ini,” ungkapnya.

Sebut saja KITE IKM, sebelum ada fasilitas ini, para pengusaha IKM harus melakukan importasi bahan baku sendiri dan membayar bea masuk dan pajak impor sesuai ketentuan yang berlaku.

Begitupun dengan ekspor, penjualan ke luar negeri dilakukan melalui distributor atau pihak lain yang mempunyai akses ke pasar internasional.
Namun, lewat KITE IKM ini para pengusaha IKM dapat mengimpor barang bahan, barang contoh, mesin secara langsung atau melalui Konsorsium.

IKM juga dapat mengekspor sendiri hasil produksinya dengan dibukanya akses pasar ekspor melalui fasilitas Pusat Logistik Berikat.

Saat ini baru ada 10 industri kecil dan menengah yang masuk dalam KITE IKM dan ada 15 industri/perusahaan Kawasan Berikat.

Disebutkan Sucipto, tahun ini Bea Cukai Jogjakarta menargetkan dapat menerima cukai sebesar Rp 325 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Sucipto juga menyampaikan terimakasih kepada Radar Jogja atas kerjasama yang terjalin selama ini. Pihaknya ingin terus mengembangkan proses kerjasama tersebut untuk terus memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat terkait Bea Cukai.

“Kami juga ingin belajar banyak terkait bagaimana metode penulisan rilis yang menarik, dari konten dan cara penyampaiannya,” tuturnya. (sce/ita/riz)