MAGELANG – Kendaraan roda empat ke atas, yang parkir sembarangan di Kota Magelang, tidak lagi dikempeskan bannya. Karena Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Magelang telah memiliki cara tersendiri untuk memberikan sanksi sosial kepada para pelanggar lalu lintas. Yakni pemasangan stiker pelanggaran parkir di kendaraan yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas.

Pemasangan stiker ini baru pertama kali diterapkan pada Operasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yang dilaksanakan secara terpadu oleh Dishub, Polres Magelang Kota, Satpol PP, TNI, dan instansi terkait, Kamis (14/2).

“Penempelan stiker tersebut tujuannya untuk memberikan sanksi sosial. Fungsinya nanti ketika kita tidak ada operasi KTL, masyarakat akan segan dan malu saat melakukan pelanggaran,” kata Kepala Dishub Pemkot Magelang Suryantoro.

Kabid Lalu Lintas dan Perpakiran Dishub Pemkot Magelang Candra Wijatmiko Adi menjelaskan, petugas gabungan sengaja menyasar kendaraan-kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas. Utamanya kendaraan yang parkir sembarangan dan ditinggal pemilik.

Kendaraan tersebut langsung ditempeli stiker bertuliskan “Peringatan. Anda melanggar larangan parkir dilarang parkir di sini. Pelanggaran kendaraan ini telah dicatat, jika masih melanggar akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”Kalau ada pemilik kendaraan yang komplain atas penempelan stiker ini, kami yang menjawab,” ujar Candra.

Menurutnya, penempelan stiker ini merupakan langkah antisipasi dan solusi karena selama ini kegiatan operasi KTL sudah berlangsung bagus. Selain itu, pelanggaran yang terjadi juga sudah ditangani sesuai aturan. Akan tetapi, setelah itu masih saja ada pelanggar yang melakukan kesalahan. “Untuk itu, kami memberikan tindakan baik law inforcement maupun penyadaran mental,” tuturnya.

Operasi KTL yang berlangsung kemarin menyasar para pelanggar di sepanjang Jalan Ikhlas, Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Mayjend Sutoyo, Jalan Ade Irma Suryani, Jalan Pahlawan, Pecinan. Adapun pelanggaran yang terjadi antara lain parkir sembarangan di trotoar/jalur lambat, melawan arus, parkir di zona aman sekolah, parkir di zebra cross, dan lainnya.

Penindakan yang dilakukan selain penilangan, juga penempelan stiker. Petugas juga melakukan pembinaan kepada tukang parkir yang tidak menggunakan atribut, serta himbauan menarik tarif sesuai aturan yang berlaku. “Serta pembinaan pedagang agar tidak berjualan di area larangan,” tandas Candra. (dem/din/riz)