JOGJA – Tindak lanjut perubahan status dari sekolah tinggi menjadi isntitut, Pengurus YPTN melantik Dr Ir H Ircham MT sebagai Rektor Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Pelantikan dilakukan Rabu (13/2) oleh Ketua Pengurus YPTN, Ir H Otto Santjoko MT di Gedung Rektorat, Lantai 3, Kampus ITNY, Jalan Babarsari, Caturtunggal, Sleman.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, antara lain Ketua Pembina dan Pengawas Yayasan, para dosen, penjabat struktural, pimpinan perwakilan mahasiswa, serta civitas akademika ITNY. Rektor ITNY periode 2018-2022, ditetapkan berdasarkan hasil rapat YPTN pada 11 Februari 2018, dan Surat Keputusan Yayasan no 54 tentang pemilihan rektor.

mengatakan, dengan kepemimpinan baru, dan perubahan status akan membawa ITNY menjadi lebih baik dalam semua aspek, di antaranya dari sisi pengelolaan SDM, pengelolaan infrastruktur, dan kesejahteraan.

“Saya mengapresiasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan memberikan kemudahan untuk dosen ITNY studi lanjut tiap tahunnya,” ujar Otto—panggolan akrab Otto Santjoko.

Lebih lanjut, Otto meminta Rektor ITNY untuk bisa menetapkan target yang akan dicapai, dan terus ditingkatkan kualitasnya. “Kami juga menghimbau kepada para dosen, dan seluruh civitas akademika ITNY untuk turut membantu rektor dalam menjalankan tugasnya dalam mengelola ITNY menjadi lebih maju,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Rektor ITNY Dr Ir H Ircham MT mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah mensupport perubahan STTNAS menjadi ITNY, dimana dalam prosesnya mendapatkan apresiasi, karena sudah memecahkan rekor waktu (4 bulan).

“Ini merupakan sebuah rekor di kopertis ITNY dan juga di Indonesia. Hal tersebut tidak lepas dengan adanya dukungan dari pemerintah, yayasan, dosen, serta civitas akademika ITNY,” ujarnya.

Ada beberapa langkah yang akan dilakukan rector untuk tahun 2019 ini, salah satunya adalah pembukaan program pasca sarjana, yakni untuk Geologi Tambang, Elektro, Mesin, dan Sipil. “Tahun ini, diharapkan dengan menargetkan 20 orang doctor, target kita untuk program pasca sarjana dapat tercapai,” katanya.

Salah satu bidang penting dalam manajemen pendidikan, adalah berkaitan dengan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan. Intensitas dunia pendidikan berhubungan dengan manusia dapat dipandang sebagai suatu perbedaan penting antara lembaga pendidikan dengan organisasi lainnya.

“Kami berupaya meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik dengan mengirim dosen untuk melanjutkan studinya kejenjang yang lebih tinggi tiap tahunnya,” kata Ircham. (*/a2/jko/riz)