JOGJA – Sejak dulu jika menyebut Pasar Kembang atau yang disingkat Sarkem, selalu muncul kesan negatif. Warga sekitar bersama Pemkot Jogja pun mulai ingin merubah imaje tersebut. Diantaranya dengan pengembangan potensi warganya.

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, upaya pengembangan potensi masyarakat harus terus dikembangkan. Mulai dari potensi ekonomi, jasa, kuliner, bahkan hingga seni budaya. “Dengan penataan dan festival seperti ini diharapkan Sarkem bisa menjadi lebih baik dan eksotik,” ujarnya sebelum membuka acara Sarkem Fest di Loko Cafe Malioboro, Kamis (14/1).

HP menambahkan acara semacam Sarkem Fest, diharapkan bisa mengubah pandangan masyarakat tentang kawasan Sarkem. Dia pun meminta kerja sama dengan pihak PT KAI selaku stakeholder yang cukup berpengaruh atas perkembangan kawasan Sarkem lewat Stasiun Tugu Jogjakarta. “Beragam potensi dan kegiatan warga, khususnya di bidang seni budaya dan ekonomi,” paparnya.

Sarkem Fest juga diharapkan mampu melahirkan wajah baru dari sekitaran kawasan Malioboro. Apabila kegiatan itu terus dikolaborasikan, HP melihat adanya kemungkinan Sarkem bisa menjadi daya tarik baru untuk wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara.

Lewat Sarkem Fest beragam atraksi seni budaya ditampilkan. Mulai dari pertunjukan jatilan, liong, barongsai, tari-tarian, dan panggung musik. Diselenggarakan di Loko Kafe sebagai titik awal pagelaran, acara Sarkem Fest memadati area jalan hingga pintu belakang Stasiun Tugu Jogja.
Salah seorang warga sekitar Sarkem Gedongtengen, Dini Kartika mengatakan, berharap acara Sarkem Fest bisa terus diselenggarakan. Sebab, itu menjadi hiburan menarik bagi keluarganya. Acara yang baru pertama kali ia saksikan tersebut dinilai bagus. “Ini barongsainya yang paling ditunggu-tunggu,” katanya. (cr9/pra/riz)