SLEMAN – Warganet dikejutkan adanya poster pengumuman acara Valentine’s Day yang diduga berkaitan dengan aktivitas lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT) kemarin.

Bertajuk Pertemuan Komunitas Pria se-DIY, rencananya digelar di GSG Building, Villa Seturan Indah D-10, Sleman.

Namun, acara tersebut urung dilaksanakan. Penyelenggara, Yayasan Victory Plus Jogjakarta, menyebutkan bahwa acara tersebut sedianya dihadiri 500 orang.

“Batal. Tidak urus pemberitahuan atau izin ke polisi,” kata Direktur Yayasan Victory Plus Jogyakarta, Samuel Rachmat Subekti, Kamis (14/2).

Dia mengatakan, selain belum mengantongi izin, acara itu memancing keresahan. Samuel membantah acara tersebut berkaitan dengan kelompok LGBT.

“Itu salah persepsi. Memang, acaranya khusus pria, nanti yang khusus wanita ada sendiri. Soal pria, di dalamnya ada yang gay dan homoseksual, itu pasti ada, kan tidak khusus,” kata Samuel.

Acara tersebut untuk mengedukasi soal kesehatan bagi anggota Yayasan Victory Plus. Terutama yang belum melakukan tes human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).

Bagi anggota yang sudah sebagai orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diminta segera memulai pengobatan. Patuh menjalani pengobatan agar tidak menularkannya pada orang lain.

“Sebetulnya acara ini hanya untuk anggota. Kalau sampai tersebar keluar, ya itu halangan. Kami tidak publikasi lewat medsos, poster hanya dibagi di WA grup kami saja,” kata Samuel.

Acara yang bertema metamorphosis itu tujuannya perubahan perilaku. Namun, adanya logo kupu-kupu dengan warna pelangi, ditengarai memancing keresahan yang menganggap acara itu LGBT.

“Gambar kupu-kupu (logo di poster) kan lambang metamorfosis, dari ulat ke kupu-kupu. Warna pelangi beda dengan pelangi LGBT, enam warna. Pelangi ciptaan Tuhan tujuh warna. Di gambar itu tidak LGBT, silakan dihitung warnanya,” kata Samuel.

Dia mengaku tidak mendapatkan tekanan dari pihak manapun. Hanya saja karena ada yang melapor lalu muncul keberatan dari warga. “Daripada ada gangguan, ya udah kami batalkan,” ujarnya.

Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan, pemilik tempat tidak tahu acara tersebut. “Sudah kami cek, kegiatan tersebut tidak ada (tidak berizin),” kata Rizky. (har/iwa/riz)