MAGELANG – Praktik kejahatan dengan modus operandi tipu daya atau gendam terjadi di Kota Magelang. Korbannya Ratna Wilis, 64 tahun, warga Kampung Samban Utara, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Pensiunan PNS ini, tertipu kawanan gendam dengan kerugian Rp 80 juta. Itu terjadi pada awal Januari lalu.

“Korban Ibu Ratna Wilis diiming-imingi pelaku menukarkan uang 100 Rubel Belarusia. Sehingga korban tergiur,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Madhi, Kamis (14/2).

Tetapi tidak dalam waktu lama, anggota Polres Magelang Kota berhasil menangkap komplotan ini. Dari keempat pelaku, seorang di antaranya perempuan. Mereka ini ditangkap dari lokasi persembunyiannya di Banyuwangi, Jawa Timur.”Pengakuan mereka baru sekali ini beraksi di wilayah hukum Polres Magelang Kota,” tuturnya.

Mereka adalah Amir Hamzah alias Baba Liong alias Rusli, 58 tahun, warga Jalan Tanah Tinggi Sawah RT 18 RW 07, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Kemudian Tetra Kusuma Sarjana alias Rehan, 58 tahun, warga Kampung Babakan RT 02 RW 03, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Lalu, Siti Asiyah alias Dewi Ratnasari, 52 tahun, warga Jalan Tanah Tinggi XII No 20 RT 18 RW 07, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Terakhir Zaenal Abidin, 42 tahun, warga Gang Sentiong Dalam I RT 12 RW 05, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senin, Jakarta Pusat.

Kasusnya ini bermula dari korban yang baru pulang dari mengambil uang di bank bertemu dengan pelaku Rehan yang mengaku orang Singapura dan berpura-pura menanyakan alamat. Bersamaan itu, datang pelaku lain Dewi, yang kemudian ditanya Rehan tempat penukaran Rubel Belarus. Dalam waktu bersamaan, datang pelaku lain Zaenal dan Rusli yang naik mobil.

Mereka kemudian bersama-sama mengajak korban naik mobil menuju bank untuk menukarkan uang Rubel Belarus yang sudah tidak berlaku. Saat di bank, pelaku tidak masuk melainkan justru mengeluarkan uang mainan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, yang kemudian membuat korban tergiur untuk menukar uang Rp 80 juta miliknya.

Tersangka Rehan mengatakan, memilih korban karena dari penampilan terlhat seperti orang kaya. Kemudian coba ditipu dengan Bahasa Melayu yang dipelajari dari menonton film kartun Upin Ipin.”Bisa Bahasa Melayu, ya karena nonton Upin Ipin,” ujanya.

Dalam kejadian ini, Polres Magelang Kota mengamankan barang bukti antara lain uang tunai Rp 14,4 juta dan 17 lembar uang dollar belarus @1.000 dolar yang sudah tidak berlaku.

Selain itu, uang tunai sebesar Rp9,8 juta, 64 lembar uang dolar belarus @1.000 dollar yang sudah tidak berlaku, 103 lembar uang mainan pecahan Rp100.000 dan 166 lembar uang mainan pecahan Rp 50.000 dan uang tunai Rp 17,07 juta.

Kapolres mengatakan sudah berkoordinasi dengan polres-polres yang lain. Yakni apakah ada TKP yang lain dengan modus operandi yang sama. Pengakuan baru ini yang berhasil, tapi mereka pernah ke Subang, Sukabumi, sudah mau mengerjai calon-calon korban.”Tapi yang berhasil menurut pengakuan mereka di Magelang,” tandas kapolres. (dem/din/riz)