SLEMAN –  Lahir sejak tahun 2000, Ikatan Alumni Tambang  Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (Ikata  UPNVY) terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Masih dalam rangka Dies ke-60 UPNVY, organisasi sosial ini menaruh perhatian serius kepada petani kopi.

Dilatarbelakangi para petani kopi di Cangkringan yang memiliki brand Kopi Merapi, kualitas produksinya masih bersifat masal dengan harga jual yang rendah. Bukan kopi specialty dengan konsumen penikmat kopi kalangan tertentu yang memiliki harga jual lebih bagus. Prosesnya tidak mudah, karena specialty adalah kopi dengan perlakuan khusus dari sejak penanaman hingga pemetikan.

“Ikata ingin membawa dan mengenalkan modernisasi pengolahan kopi kepada Kelompok Tani Kebun Makmur di lereng Merapi ini,” kata Sekjen Ikata Adi Tantra di Kafe Coffeetography, Magelang (10/2).

Pria yang akrab disapa Danda ini menegaskan, komitmen Ikata   memberikan CSR berupa pemberian bantuan bibit dan pendampingan panen hingga pengolahan pasca panen. “Harapannya Kopi Merapi dari Kebun Makmur lebih dikenal sebagai kopi specialty dengan green bean (biji kopi mentah) yang berkualitas premium,”  katanya.

Untuk kegiatan pendampingan ini Ikata menggandeng Komunitas Kopi Magelang (KKM) yang sudah memiliki pengalaman mendampingi Kelompok Tani Mekar Lestari Kaliangkrik Magelang menghasilkan kopi speciality  berkualitas baik. CSR yang telah disalurkan yakni 4.100 bibit kopi Arabika dan Robusta dari berbagai varietas.

Rinto dari KKM menjelaskan, pendampingan untuk menghasilkan kopi dengan grade 9 yang secara rupiah lebih menguntungkan, sekaligus mengangkat nama kopi daerah Merapi. “Pendampingan yang kami lakukan mulai dari sejak pembibitan, penanam, hingga pemetikan karena kualitas kopi akan kelihatan saat diroasting atau dimasak,” terangnya.

Ketua Kelompok Tani Kebun Makmur Sumijo sangat mengapresiasi CSR dari Ikata. Harapannya melalui bantuan dan pendampingan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup petani di lereng Merapi.

“Kami belajar banyak tentang budidaya kopi secara modern, pengolahan pasca panen, industri coffee shop, dan konsep wisata edukasi kopi yang segera akan kami realisasikan melalui Koperasi Kebun Makmur 17 Februari nanti,” ungkapnya. (a11/laz/tif)