KULONPROGO – Angin segar bakal dirasakan Pemkab Kulonprogo seiring rencana operasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Temon pada April mendatang. Ini terkait pemenuhan kebutuhan air bersih bagi penghuni dan pengunjung bandara yang diklaim berkapasitas 14 juta penumpang pesawat per tahun itu.

Belum lama ini Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi memperkirakan kebutuhan air bersih untuk bandara mencapai 400 kubik per hari. “Kami butuh kerja sama dengan PDAM (perusahaan daerah air minum),” ucapnya.

PDAM Tirta Binangun milik Pemkab Kulonprogo menjadi pijakan pertama pengelola NYIA. Untuk memasok air bersih sesuai kebutuhan.

Direktur PDAM Tirta Binangun Jumantoro optimistis bisa memenuhinya. Dia memastikan suplai air bersih mengalir ke NYIA per 1 Maret mendatang. Meski sampai saat ini jaringan instalasi utamanya belum siap. “Instalasinya masih on process. Mulainya awal Maret bersamaan dengan saluran temporer,” ujar Jumantoro, Jumat (15/2).

Menurutnya, nota kesepahaman (MoU) dengan PT AP I terkait penyediaan air bersih untuk operasional NYIA telah diteken Desember 2018 lalu. Salah satu poinnya berupa pemasangan instalasi jaringan utama air bersih menuju ground water tank (tangki utama air bersih). Tangki utama tersebut berada di dalam area bandara. Sampai saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) KSO.

Jumantoro mengatakan, saluran temporer akan menyuplai air ke NYIA pada tahap awal. Air baku diambil dari Bendungan Sapon di Kecamatan Lendah. Pembangunan jaringan perpipaan menuju ground water tank ditargetkan rampung pekan ketiga Maret mendatang.

Jumantoro memperkirakan volume kebutuhan air bersih di NYIA pada masa awal operasionalnya (2019-2020) mencapai 14 liter per detik (1.000 meter kubik) per hari.

Saat ini PDAM mempunyai debit air idle sebesar 24 liter per detik. Cukup untuk memenuhi kebutuhan bandara selama dua tahun awal operasional. Kebutuhan air diperkirakan bakal meningkat tajam pada tahun ketiga. Mencapai 60 liter per detik. Menyusul pengoperasian NYIA secara penuh.

Menghadapi kondisi itu Jumantoro akan memanfaatkan Saluran Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamijoro. Untuk menambah pasokan air baku. “Kami bertindak sebagai penyalur utama suplai air bersih ke NYIA, meskipun Kamijoro rencananya bakal dikelola oleh sistem kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU),” jelasnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menegaskan, MoU dengan PT AP I menjadi sejarah bagi PDAM Tirta Binangun. Terlebih sistem pasokan air bersih di bandara sangat berbeda dari jaringan untuk rumah tangga. Menurutnya, penyediaan air bersih untuk NYIA bukan investasi yang terbilang murah.

“Penyiapan jaringan dan water treatment (pengolahan air) saja paling tidak membutuhkan anggaran Rp 200 miliar hingga Rp300 miliar,” katanya.(tom/yog/tif)