SLEMAN – Dampak curah dan intensitas hujan di kawasan Sleman berdampak. Debit air, sejumlah wilayah khususnya Kecamatan Moyudan meningkat. Bahkan genangan air tersebut memiliki ketinggian hingga paha orang dewasa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menuturkan, dampak terbesar berada di Moyudan.  Setidaknya berdasarkan data sementara ada sebelas rumah terendam. Empat rumah berada di Dusun Kruwet dan tujuh di Dusun Kruwet I Sumberagung Moyudan.

“Korban jiwa nihil, tapi beberapa rumah memang terendam air. Ketinggian berkisar antara 15 centimeter hingga 60 centimeter. Pukul 22.19 sudah kembali surut,” jelasnya, Sabtu malam (16/2).

Untuk sementara ini warga terdampak diungsikan ke tempat yang lebih aman. Tujuannya untuk menghindari datangnya genangan air susulan. Disamping itu juga memberikan rasa nyaman bagi warga saat beristirahat.

BPBD Sleman, lanjutnya,  masih bersiaga di kawasan Sleman barat. Ini karena berdasarkan catatan inventaris curah hujan berdampak cukup kuat di Seyegan dan Moyudan. Selain evakuasi juga melakukan pembersihan guna membuka akses menuju lokasi terdampak.

Seyegan juga mengalami dampak tingginya curah hujan. Hanya saja imbas ini dirasaka  oleh para pemilik kolam ikan. Setidaknya ada 47 kolam ikan yang meluap akibat meluapnya debit air.

“Sebanyak 46 kolam dan di dusun Kandangan, lalu satu kolam di dusun Dusun Korahan III. Semuanya di Desa Margodadi. Ketinggian rata-rata genangan air sampai 50 centimeter,” katanya.

Jajarannya telah mendata kerusakan dan korban. Khususnya keluarha terdampak meningkatnya debit air. Selanjutnya disikapi dengan bantuan logistik bagi warga terdampak. Terkait pembersihan, mulai dicicil Sabtu malam namun efektif berlaku hari ini.

“Adapula pohon roboh di Jalan Solo km 8 Maguwoharjo Depok dan Kandangan Seyegan tapi sudah dievakuasi. Lalu di Gayamharjo Prambanan, satu kandang ternak roboh. Korban jiwa nihil,” ujarnya.

Berdasarkan data Stasiun Klimatologi BMKG DIJ curah hujan merata sepanjang malam. Bahkan untuk kawasan Sleman, intensitas hujan antara sedang hingga sangat lebat. Terlihat dalam radar cuaca awan cumulonimbus menggantung di langit Sleman.

“Curah hujan antara sedang hingga sangat lebat. Disertai dengan angin kencang di sejumlah titik. Peringatan dini kami keluarkan per pukul 20.50,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Staklim BMKG DIJ Djoko Budiono. (dwi/ila)