PURWOREJO – Kebiasaan mengunjungi pesantren ke berbagai pelosok negeri yang dilakukan Presiden Ke-2 Soeharto, dilanjutkan anak-anaknya. Siti Hardiyanti Rukmana saat mendatangi Purworejo, menyempatkan menemui KH Chalwani Nawasi, Pengasuh Ponpes An-Nawawi, Berjan, Minggu(17/2).

Kunjungan itu menjadi salah satu agenda utama kegiatan safari politik wanita yang biasa disapa Mbak Tutut ini di berbagai wilayah di eks Karesidenan kedu. Dia menilai mengunjungi pondok menjadi bentuk pelestarian tradisi yang memiliki banyak manfaat.

“Bapak (Soeharto, Red) menyadari bahwa pondok pesantren memiliki peran yang cukup besar dalam membangun negeri,” ujar Mbak Tutut di hadapan santri An-Nawawi.

Ia mengungkapkan, dirinya bersama rombongan datang dengan membawa misi program kemandirian ekomoni yang sangat mungkin di aplikasikan di dunia pesantren. “Tadi saya sudah matur dengan Romo Kiai, dan alhamdulillah beliau setuju agar program-program untuk para santri ini dapat dilaksanakan di sini. Nanti akan ada pendampingan khusus dari tim kami, terkait apa saja yang dapat program kemandirian ekonomi pesantren tersebut,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, Tutut berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan sejumlah santri. Kepada para santri ia berpesan agar memiliki kebesaran hati dan tidak minder serta bersungguh-sungguh dalam belajar. “Jika di antara saudara-saudara sekalian ada yang berasal dan latar belakang keluarga kurang mampu, jangan berkecil hati. Bapak saya juga berasal dari desa, keluarga petani dan nyatanya bisa menjadi presiden,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes An-Nawawi KH Achmad Chalwani menyampaikan, kewajiban generasi penerus adalah mikul duwur mendem jero terhadap pemimpin-pemimpin bangsa yang telah memberikan jasanya dalam membangun bangsa. “Jadi tidak perlu ada dipersoalkan dari pemimpin-pemimpin bangsa ini,” katanya.

Chalwani juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan yang telah meluangkan waktu untuk menengok santri-santri. Ini sekaligus memberikan motivasi dan pelajaran kepada mereka.
“Tamu itu datangnya membawa seribu rahmat. Pulangnya menghapus dosa tuan rumah. Jadi saya sangat senang dengan kehadiran Mbak Tutut dan rombongan, semoga silaturahmi ini senantiasa mendapat rido dari Allah SWT,” katanya. (udi/laz/mg2)