JOGJA – Minat masyarakat di DIJ pada olahraga karate masing tinggi. Terbukti dalam Kejuaraan daerah (Kejurda) dan open tournament Karate DIJ Yuni Astuti Cup 2019 di GOR Amongrogo, pesertanya membeludak.

Setidaknya ada 474 peserta dari 43 kontingen. “Awalnya target kami 300 peserta. Tidak disangka bisa sebanyak ini. Kami saja sampai harus membatasi karena keterbatasan waktu dan tempat,” jelas Ketua Pembina Ikatan Karate-Do (Inkado) DIJ, Yuni Astuti saat ditemui Radar Jogja, Minggu(17/2)

Kejuaraan dibagi dalam dua pertandingan. Yaitu Kejurda Inkado DIJ yang diikuti oleh enam kontingen. Sedangkan untuk Open Tournament diikuti oleh 17 kontingen, yang diikuti dari berbagai dojo yang tersebar di DIJ. Yuni menjelaskan, kejuaraan ini bertujuan mencari bibit unggul yang tersebar di berbagai dojo. “Kalau sering diadakan event semacam ini, bibit unggul akan muncul. Mental mereka akan terlatih,” tuturnya.

Yuni Astuti Cup bertujuan supaya generasi muda sangat tepat membekali diri dengan mental kuat dengan menjunjung sportivitas seperti yang diutamakan dalam olahraga karate tersebut.“Olahraga karate ini menarik karena membuat anak-anak muda terbentuk menjadi manusia bermental kuat dengan jiwa yang sportif,” ungkapnya.

Ketua panitia Yuni Astuti Cup, Suparmadi menjelaskan, selain memperebutkan gelar juara, juga ada uang pembinaan. Di tiap pertandingan ada dua kelas, yakni kelas khusus dan atlet. Untuk kelas khusus hanya mempertandingkan atlet dengan sabuk kuning dan hijau. Sedangkan untuk atlet tidak dibatasi sabuk. Hanya saja, dibatasi sampai umur 17 tahun. Pertandingan memakai sistem gugur. “Sekali kalah, akan langsung tersingkir,” jelas Suparmadi.

Untuk kelas khusus hanya mencakup pra-pemula dan pemula saja. Sedangkan untuk kelas atlet, mulai dari pra-pemula, pemula, kadet, junior, dan senior dipertandingkan. Lalu ada lagi kelas berat badan dengan jarak tiap lima kg. “Regulasi ini bertujuan agar tiap atlet bertemu lawan yang sepadan. Selain itu, juga untuk menjaga keselamatan atlet,” jelasnya. (cr10/pra/mg1)