JOGJA – Penetapan status tersangka kepada Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono atau yang akrab disapa Jokdri diharapkan tidak mengganggu pelaksaan kompetisi musim ini. Seperti diketahui dalam rapat PSSI di Bali, dijadwalkan Liga Indonesia dimulai setelah Pemilu nanti.

Sekretaris Umum PSIM Jogja Jarot Kestawa berharap dinamika terjadi di tubuh PSSI tidak mengganggu persiapan kompetisi yang sudah direncanakan musim ini. ”Secara persyaratan statua Exco masih bisa berjalan. Kami serahkan saja pada mekanisme statuta,” kata Jarot, Minggu (17/2).

Saat disinggung soal desakan untuk digelarnya kongres luar biasa (KLB) guna memilih ketua umum baru, Jarot menyebut masih belum terpikirkan ke arah tersebut. ”Soal itu kami belum bisa menanggapi, mekanisme kami serahkan ke aturan PSSI saja,” kata Jarot.

Langkah menunggu juga dipilih PSS Sleman. Humas PT Putra Sleman Sembada (PSS), Yohanes Sugianto mengaku masih menunggu hasil rapat darurat Exco PSSI terkait kemungkinan digelarnya KLB. Pihaknya juga akan terlebih dulu melihat apakah tim-tim lain mendesak digelarnya KLB.”Jika arahnya KLB, ada aturan di statuta yang harus diikuti,” ujar Yohanes.

Saat ini, sambungnya, PSS hanya berharap PSSI dapat melewati masa ujian ini dengan baik, sehingga tidak mengganggu persiapan kompetisi, terutama Liga 1. Termasuk rencana digelarnya Piala Presiden pada Maret nanti. ”Jangan sampai kehilangan momen, dan mengganggu jadwal,” jelasnya.

Untuk bisa digelar KLB persyarat yang harus dipenuhi sesuai statuta PSSI, apabila anggota Exco PSSI sepakat melakukannya atau bila ada permintaan dari 2/3 voter. Selain itu, KLB juga baru dapat terlaksana sekitar tiga bulan setelah pengajuan. Status tersangka yang diberikan pada Jokdri pun tak lantas membuatnya lengser dari kursi kepemimpinan PSSI. Sebab, Jokdri juga belum ditetapkan sebagai terpidana sampai ditetapkan proses hukumnya. (bhn/pra/mg1)