SLEMAN – PSS Sleman bertekad membalas kekalahaan dari Borneo FC di leg kedua Piala Indonesia yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Rabu (20/2). Pada pertemuan pertama, Super Elja harus mengakui keunggulan Pesut Etam –julukan Borneo FC– melalui gol semata wayang striker Lerby Eliandry.

Pada pertemuan leg kedua, PSS dipastikan sudah bisa diperkuat oleh bek kiri Derry Rachman yang sebelumnya absen akibat kartu merah yang diterima saat melawan Barito Putera di leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia. Sepulang dari Samarinda, PSS lebih memilih mengistirahatkan pemain. Pemain dijadwalkan kembali berkumpul berlatih Senin (18/2).

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro menjelaskan dengan waktu jeda waktu lima hari, recovery menjadi pilihan yang tepat sebelum menghadapi leg kedua. “Laga leg pertama kan cukup intens ya, maka kami berikan anak-anak waktu untuk pemulihan fisik,” jelas Seto, Minggu (17/2).

Dia bersyukur, pada laga yang berlangsung cukup keras itu tidak ada pemainnya yang cedera cukup parah. Disebutkan, sejauh ini hanya nama Dave Mustaine saja yang akan absen karena masih harus menjalani pemulihan cedera.

Pada leg kedua nanti, Seto menargetkan timnya bisa membalas defisit gol yang terjadi pada laga pertama. Untuk bisa lolos ke babak perempat final, artinya Bagus Nirwanto dkk harus menang dengan gap dua gol dari Borneo FC.
“Hasil yang kemarin memang tidak memuaskan, karena kami harus menang dengan defisit satu gol agar bisa ke babak selanjutnya,” jelas Seto.

Dengan masih mengandalkan skuad lokal, PSS diyakini tetap mampu memberikan perlawan seperti di leg pertama. Ya, ketika itu, Pesut Etam tampil hampir dengan kekuatan terbaiknya. Di mana sejumlah penggawa asing Borneo FC, Jan Lammers dan Javion Guseyov telah bermain sejak menit awal. Bahkan, play maker asal Brasil Renan da Silva pun bermain dari bench. “Tetap fokus adalah cara bermain kami. Bagaimana waktu yang tersisa akan kami cari formula untuk mengatasi lawan saat di kandang sendiri,” jelasnya.

Sebagai catatan, pada leg pertama pertemuan kedua tim, wasit Prasetyo Hadi mengeluarkan tujuh kartu kuning. Tiga kartu kuning diberikan kepada pemain Borneo, dan empat kartu kuning kepada PSS Sleman.

Yang menarik, Wakil Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Krishna Murti mengunggah foto wasit yang memimpin laga kedua tim itu. Krisha menanyakan nama wasit asal Surabaya, Jawa Timur, itu.

Sementara itu jelang duel leg kedua, PSS Sleman mendapat dukungan dari mantan bek kirinya Aditya Putera Dewa yang kini membela Bogor FC. Dia berharap, tim yang dibawanya promosi dan juara Liga 2 itu bisa lolos ke perempat final dengan mulus.

“Saya yakin PSS bisa lolos dengan agregeat dua gol. Apalagi mereka bermain di kandang dengan dukungan suporter,” kata Aditya, singkat. (bhn/laz/mg1)