JOGJA- Meningkatkan ilmu serta keahlian para ibu di bidang kuliner, Baking Mommies Jogja (BMJ) menggelar Temu Kangen BMJ, Cooking Demo & Sharing. Bersama GKBRAy Paku Alam X di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman Sabtu (16/2).

Founder sekaligus Ketua BMJ Nur Wahyuni, S.Pd., M.Pd. atau akrab disapa Yuyun mengatakan, BMJ dengan pengurus Sri Suriawati, Intan Nugrahani, dan Dwi Ariyani telah terbentuk sejak 2015. Saat ini sudah memiliki anggota sekitar 800 orang. Mereka adalah para ibu yang ingin belajar mengolah dan membuat kue serta masakan lainnya.

“Tujuan awal mendirikan ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan keterampilan membuat kue atau jajanan pasar dan menjualnya diharapkan bisa meningkatkan taraf ekonomi mereka,” ujar Pengajar Program Studi Tata Boga dan Pembantu Direktur I Bidang Akademik di Akademi Kesejahteraan Sosial – Akademi Kesejahteraan Keluarga (AKS-AKK) ini.

Latihan bareng ini diadakan setiap satu bulan sekali. Dengan tema masakan dan kue yang berbeda-beda.

Dalam kegiatan tersebut Yuyun mengajarkan cara membuat bakpia kukus yang tengah hits di masyarakat saat ini. Ada juga pia variasi (mooncake), fancy roll, dan sus jagung yang diajarkan ke 75 ibu anggota BMJ yang hadir.

Yuyun mengungkapkan, meskipun masih baru, BMJ telah berhasil membantu para ibu mengembangkan usahanya bahkan ada yang sudah memiliki toko bakery dengan banyak cabang. “Iya banyak yang sudah memiliki toko bakery yang besar dan memiliki banyak cabang. Awalnya mereka mengembangkan keterampilan di BMJ ini,” tutur Yuyun.

Kegiatan demo memasak ini disponsori oleh tepung terigu Bungasari dan Prochiz. Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Paku Alam X yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya sebagai penasihat BMJ atas semangat para ibu yang hadir untuk menyalurkan hobi memasaknya.

Dirinya berpesan kepada peserta untuk terus mau belajar hal-hal baru, bisa melihat apa yang sedang booming di pasaran kemudian dimodifikasi sendiri.”Bagi ibu-ibu memasak adalah sebuah hobi. Dengan hobi ini yang kemudian ditekuni sedikit demi sedikit, bisa membaca peluang pasti bisa menambah ekonomi keluarga juga. Dijual kecil-kecilan dulu,” pesannya. (*/ita/pra/mg1)