BANTUL-Guna menciptakan pemilu tertib, aman dan jujur, Forum Jogja Rembung (FJR) menggelar aksi damai pada Minggu (17/2). Nantinya, FJR dapat membantu melakukan pengawalan pelaksanaan pemilu. Terutama agar, tidak ada kecurangan terutama money politik.

Komandan Koordinator Lapangan FJR R. Priyono Tapir mengaku akan bersinergi dengan TNI dan POLRI untuk mengkondisikan keamanan di Jogja.”Kami selalu bermitra dengan TNI dan Polri untuk mencegah kecurangan. Kalau terjadi kecurangan kita bareng-bareng melaporkan,” ungkap Priyono.

Dia mengharapkan dalam pemilu nanti, khususnya masyarakat DIJ, melaksanakan pemilu dengan sejuk dan penuh kekeluargaan. “Untuk mencari pemimpin terbaik dari yang terbaik bagi bangsa Indonesia yang tercinta ini,” kata Priyono.

”Apabila ada kecurangan, kami akan laporkan ke KPU,” Sahut Suharno, Ketua Umum FJR DIJ.

FJR telah menyiapkan sandi-sandi yang nantinya akan disebar hingga ke TPS. Sandi itu akan melakukan pengawalan dengan merekam suasana saat pemilu berlangsung. Total anggota FJR yang sudah terhimpun sekitar 2.600 orang se wilayah DIJ. Dari lima Kabupaten. Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman, dan Kota Jogja.

Suharno menambahkan, sudah merasa resah dengan maraknya informasi bohong. Sehingga memicu terjadinya konflik. Dia mengimbau agar warga tidak mudah termakan hoak. Berbuat anarkis dan tidak mudah terprovokasi. ”Kami tetap satu komando. Pemilu harus damai dan tenang. Kami disini netral. Setiap orang berhak memilih pemimpin masing-masing,” ucapnya. (*/cr6/pra/mg1)