GUNUNGKIDUL – Persyaratan rekrutmen kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2019 berubah. Persyaratan batas usia minimal bagi para pendaftar diremajakan. Yakni, 17 tahun.

”Jika Pemilu 2014, syarat menjadi anggota harus berusia minimal 25 tahun dengan pendidikan paling rendah SMP, maka di Pemilu 2019 syarat usia minimal 17 tahun dan pendidikan paling rendah SMA sederajat,” kata Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani Senin (18/2).

Dia menjelaskan, total kebutuhan KPPS se-Gunungkidul sebanyak 19.026 orang. Tahapan sekarang adalah persiapan untuk perekrutan KPPS. Rencananya, rekrutmen ditangani pada tingkat PPS dengan mendapatkan supervisi dari KPU kabupaten.

”Pendaftaran akan dibuka pada 28 Februari mendatang,” ujarnya.

Dasar rekrutmen anggota KPPS, kata Hani, mengacu pada PKPU No.36/2018 tentang Perubahan Atas PKPU No.3/2018 tentang Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS dan KPPS Dalam Penyelenggaraan Pemilu.

Sesuai dengan peraturan, pembentukan panitia di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) dilaksanakan satu bulan sebelum pencoblosan berlangsung. Adapun tenaga yang dibutuhkan mencapai 19.026. Jumlah ini mengacu pada kebutuhan TPS di Pemilu 2019 dikalikan dengan anggota di setiap lokasi sebanyak tujuh anggota.

”TPS ada 2.718 lokasi. Jadi tinggal dikalikan tujuh. Untuk pembentukan, kami targetkan selesai sebelum 17 Maret,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Gunungkidul Is Sumarsono mengatakan, menjelang hari pencoblosan panwaslu di 18 kecamatan membuka pendaftaran pengawas TPS. Total kebutuhan petugas pengawas sebanyak 2.718 orang.

“Jumlah kami sesuaikan dengan TPS di Gunungkidul,” katanya. (gun/zam/mg4)