JOGJA- Indonesia Karate-Do (Inkado) Sleman merebut juara umum pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Yuni Astuti Cup 2019 di GOR Amongraga, Minggu (17/2). Mereka memboyong delapan emas, sembilan perak, dan 15 perunggu. “Ini adalah hasil kerja keras anak-anak dalam berlatih selama ini,’’ kata salah satu pelatih Inkado Sleman Heri.

Ia pun berharap prestasi gemilang ini terus ditingkatkan. Para pelatih berharap ke depan para karateka binaannya lebih giat dan semangat dalam berlatih. “Sehingga dalam kejuaraan-kejuaraan yang lain juga bisa maksimal,” jelasnya.

Dia juga mengapresiasi Yuni Astuti sebagai pembina Inkado DIJ. Yuni berkomitmen untuk memajukan karateka supaya bisa berprestasi. Tidak hanya di tingkat perguruan, tapi juga di tingkat provinsi dan nasional.

Sebanyak tujuh kontingen mengikuti kejuaraan ini. Posisi kedua diraih Dojo Singosaren dengan delapan emas, sembilan perak, dan enam perunggu. Adapun peringkat ketiga direbut Dojo BBG dengan delapan emas, tiga perak, dan enam perunggu.

Selain mengadakan kejuaraan di internal Inkado, kejurda kali ini juga mengadakan Open Championship yang diikuti oleh dojo-dojo di luar Inkado. Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Jogjakarta keluar sebagai juara. Dojo ini menyingkirkan 16 dojo lain dengan memboyong 11 emas, enam perak, dan empat perunggu.

Sedangkan Forki Bantul di peringkat kedua dengan koleksi enam emas, enam perak, dan empat perunggu. Adapun Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) DIJ menduduki peringkat ketiga dengan lima emas, tiga perak, dan 12 perunggu.

Ketua Umum Indonesia Karate-Do (Inkado) DIY Faried Jayen Soepardjan berharap dengan diselenggarakannya kejuaraan ini dapat dapat memicu meningkatnya prestasi karateka di DIJ. “Semoga di PON nanti bisa mendapat lebih banyak medali,” harapnya. (cr10/din/mg3)