PURWOREJO – Lima rumah di bawah saluran air dari Hutan Mraba’an di Dusun Jeruk Purut, Kaliharjo, Kaligesing terancam banjir. Penyebabnya, ada sumbatan batu di bawah jembatan penghubung desa.
Jembatan dengan panjang tiga meter lebar 1,5 meter tersebut di bawahnya terdapat batu berdiameter dua meter. Hanya bisa dilewati air dengan debit kecil.

Warga kesulitan memindahkan batu yang semakin mendesak sisi utara jembatan. Bahkan badan jembatan mulai retak.
Warga Dusun Jeruk Purut, Wagiran mengungkapkan, batu tersebut terbawa hingga jembatan karena banjir beberapa tahun silam. Batu tersebut terhenti di jembatan tersebut.
“Dari beberapa musim penghujan, batu itu mendesak sisi utara jembatan. Sisi selatan relatif aman. Karena dulu sempat dipasangi pondasi,” kata Wagiran (18/2).

Dia khawatir jika terjadi hujan besar dan banjir, air akan meluap. Ada lima rumah yang rawan terdampak banjir.
Kepala Dusun Jeruk Purut, Sarono mengungkapkan, warga tidak bisa memindahkan batu tersebut. Sudah beberapa kali dicoba untuk memecah batu tersebut, namun gagal.

Pihaknya kemudian bersurat ke Bupati Purworejo ditembuskan ke BPBD Purworejo. Namun belum ada tindak lanjut.
“Dari informasi yang kami peroleh, batu itu harus diledakkan. Tapi ledakannya tidak terlalu besar karena bisa mengancam jembatan,” kata Sarono. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Hulosobo dan Kaliharjo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Purworejo, Iman Tjiptadi mengungkapkan, pihaknya menerima surat tersebut. “Sampai saat ini belum ada arahan lanjut,” kata Iman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purworejo, Suranto mengatakan, pihaknya pernah membicarakan solusi pemindahan batu. Salah satunya dengan diledakkan. “Tapi membahayakan jembatan,” kata Suranto. (udi/iwa/fj/mg2)