SLEMAN – Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) menutup babak penyisihan grup Indonesia Basket Ball (IBL) 2019 dengan menjadi runner up di bawah NSH Jakarta. Di laga terakhir Minggu malam (17/2), BPJ mengadaskan perlawanan Hangtuah 80-69 di Stadion UNY.

Pada babak playoff BPJ akan bertemu juara bertahan IBL, Satria Muda Pertamina Jakarta. Keduanya akan saling bentrok untuk mengamankan satu tiket ke babak semifinal. Melawan Satria Muda, BPJ dituntut untuk tampil lebih kratif. Yang menjadi persoalan, selama ini skuad asuhan Raoul Miguel Hadinoto tersebut banyak bergantung pada skuad asingnya, Steven Seagers dan David Atkinsons.

Bahkan di laga terakhir seri ke-8, kedua pemain asing tersebut masih menjadi tulang punggung bagi BPJ. Atkinson mencetak dobel-dobel 37 poin dan 17 rebound. Begitu juga Seagers mencetak doubel-doubel dengan raihan 18 poin dan 11 rebound.

Pelatih yang akrab disapa Ebos ini menjelaskan, waktu dua minggu yang dimiliki dirinya akan menyiapkan pemain guna mengurangi ketergantungan kepada Atkinsons dan juga Seagers. ”Harus lebih step up di bench. Saya perlu pemain untuk ready. Saya akan pikirkan pemain yang menjadi pelor bagi kami,” kata Ebos.

Menghadapi sang juara bertahan, bukan pekerjaan mudah bagi Yanuar dkk. Untuk itu, Ebos akan menyiapkan game plan tersendiri untuk meredam skuad asuhab Youbel Sondakh. “Kita lihat saja nanti. Kami akan berlatih selama dua minggu dengan sistem yang digunakan Satria Muda,” jelasnya.

Namun yang terpenting, jelas Ebos, dua mingu waktu tersisa, pihaknya akan memulihkan para pemainnya sebelum terbang ke Batam menjalani babak playoff. Menurutnya, melawan Satria Muda, kedua tim memiliki skor satu sama. “Yang terpenting yang paling siap yang akan memenangkan pertandingan,” jelasnya. (bhn/din/mg2)