KULONPROGO – Seluruh sekolah di Kulonprogo ditargetkan mandiri melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP sederajat. “Kami usahakan 2020 bisa mandiri khususnya (SMP) yang negeri,’’ kata Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Disdikpora Kulonpogo, Sumarni (17/2).

Untuk SMP swasta menjadi tanggung jawab masing-masing yayasan. ‘’Namun mereka tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah,” kata Sumarni. Menurut dia, target tersebut realistis. Sebab ada bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kulonprogo untuk menunjang UNBK. “Sekolah juga memperoleh sumbangan dari wali murid, ikatan alumni, dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ujar Sumarni.

SMPN 1 Panjatan tahun lalu belum bisa menggelar UNBK mandiri. Sekarang sudah mandiri dengan dukungan DAK, APBD, dan donatur. SMPN 2 Lendah, tahun lalu menyewa empat bus mengantarkan siswanya ke STM Pengasih ikut UNBK. Sekarang UNBK-nya bisa mandiri.

“Jumlah sekolah yang menggelar UNBK mandiri terus meningkat. Pada 2017 baru 15 sekolah dari 81 SMP/MTs yang bisa menggelar UNBK mandiri. Pada 2018 menjadi 31 sekolah. Tahun ini menjadi 49 sekolah,” ujar Sumarni.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Sumarsana optimistis semua SMP bisa menggelar UNBK mandiri pada 2020. Jika UNBK menumpang di sekolah lain tidak efisien bagi siswa.

UNBK SMP sederajat akan dilaksanakan serentak 22-25 April 2019. Mempersiapkan peserta didik, Disdikpora Kulonprogo menggelar try out (latihan ujian) rutin. Agar siswa familiar dan tidak gagap saat menghadapi UNBK sesungguhnya.

Kemungkinan listrik padam saat UNBK, Sumarsana telah berkoordinasi dengan PLN Wates. Agar tidak melakukan pemadaman listrik saat UNBK. Pihaknya mewajibkan pelaksana ujian menyediakan generator set (genset). Mengantisipasi padamnya listrik karena faktor alam.

“Listrik padam masih mungkin terjadi karena pohon tumbang. Jadi harus diantisipasi. Hasil monitoring, saat ini seluruh sekolah pelaksana UNBK telah menyiapkan genset. Komputer dan jaringan internetnya juga terpantau baik,” kata Sumarsana. (tom/iwa/mg3)