MUNGKID – Awan panas telah berkali-kali meluncur dari perut Gunung Merapi. Luncuran wedhus gembel itu kebanyakan mengarah ke Sungai Gendol di Kabupaten Sleman atau sisi selatan. Tetapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang tidak ingin kecolongan. Mereka pun menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan erupsi Merapi, di Ruang Pusdalpos, Selasa.

“Target utama yang akan dilakukan BPBD Kabupaten Magelang adalah menuju Zero Korban atau nol korban jiwa manakala benar-benar terjadi erupsi Merapi. Sehingga apabila ada satu korban jiwa, kami mengklaim dan juga untuk memotivasi, maka kami boleh dikatakan gagal,” kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto.

Menurut Edi, Gunung Merapi memiliki sisi baik. Yakni tidak pernah memberikan ancaman secara tiba-tiba. Namun selalu memberikan tanda-tanda terlebih dahulu sebelum terjadi erupsi. “Saat ini Merapi telah masuk pada level ll waspada, di mana kami telah menjalin koordinasi persiapan sampai tingkat desa,” tuturnya.

Diakui, dari pengalaman erupsi yang sebelumnya memang sering terjadi kendala pada saat proses evakuasi warga. Hal tersebut dikarenakan warga masih lebih memikirkan harta benda dan ternak yang harus ditinggalkannya.
“Pada titik ini, sesuai perintah presiden, kami mempunyai kewajiban memaksa warga untuk dievakuasi dengan cara-cara yang dapat meyakinkan masyarakat agar mau dievakuasi,” ujarnya.

Untuk saat ini, ancaman guguran Merapi memang mengarah ke selatan yakni hulu Kali Gendol. Namun berdasarkan koordinasi dengan pihak BPPTKG, telah terjadi retakan sepanjang 150 meter, yang dapat mengakibatkan longsor.

“Kami selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di KRB 3, yang terdiri atas 19 desa untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Harapannya masyarakat tetap tenang dan melakukan langkah-langkah yang tepat,” jelasnya.
Untuk diketahui, Merapi sudah pada pertumbuhan kubah lava yang mencapai 461.000 meter kubik, atau per hari terdapat pertumbuhan sekitar 1.300 meter kubik. Namun demikian, BPPTKG mengatakan pertumbuhan kubah lava itu tergolong rendah. Karena pada tahun 2010 pertumbuhan kubah lava bisa mencapai 20.000 meter kubik per hari.

Bupati Magelang Zaenal Arifin yang hadir dalam rakor itu memerintahkan kepada seluruh sektor dan OPD terkait, untuk melakukan pemetaan dan verifikasi masalah.Termasuk mana saja yang harus dipersiapkan.
“Tentunya kita akan berusaha melindungi yang terbaik untuk masyarakat. Apapun, pemerintah bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen yang ada, akan hadir membantu masyarakat,” tegas Zaenal. (dem/laz/mg2)