PURWOREJO – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Jambe Mule di Desa Jelok, Kaligesing, mendapat perhatian dari Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Jogjakarta. Sedikitnya 90 peserta pelatihan dari lima Kabupaten di Jawa Timur digiring menuju ke desa itu, Minggu (17/2).

Sembilan puluh orang yang menjadi direktur BUMDesa dari Kabupaten Lumajang, Bondowoso, Madiun, Trenggalek, serta Lamongan diajak mengetahui dari dekat terkait manajemen serta beberapa kegiatan yang telah dilakukan BUMDesa Jambe Mule.

Kedatangan peserta pelatihan yang dipimpin Kabid Pelatihan BBLM Jogja Heri Saluku ini langsung mendapatkan beberapa hal terkait proses awal pendirian. Selain itu juga disisipkan mengenai upaya BUMDesa menggerakkan usaha sehingga bisa menghasilkan.

“Ini menjadi kehormatan bagi kami karena apa yang sudah kami lakukan mendapatkan apresiasi dari BBLM Jogjakarta,” kata Direktur BUMDesa Jambe Mule Iman Prayodi didampingi Kades Jelok Feri Sulistyo, Selasa(19/2).

Diungkapkan Iman, kunci keberhasilan sebuah BUMDesa ditentukan oleh terlibat aktifnya tiga hal. Yakni pengelola, pemerintahan desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jika salah satunya timpang, keberhasilan usaha BUMDesa tidak akan berjalan.
“Sebenarnya di lima kabupaten di Jawa Timur itu pendirian BUMDesa sudah sejak awal. Di tahun 2010, jauh di depan kami yang baru merintis di tahun 2017,” ungkap Iman.

Dari informasi yang diperoleh, selama inimereka kurang memperhatikan sistem tata kelola sehingga yang sudah diusahakan kurang berjalan maksimal. Selain itu, pendanaan yang dilakukan belum memanfaatkan dana desa.
“Ke sini juga ingin mengetahui lebih dalam terkait pemanfaatan dana desa untuk modal BUMDesa tersebut,” tambahnya.

Selain mendapatkan paparan mengenai tata kelola, peserta pelatihan juga memanfaatkan untuk melihat beberapa usaha yang dikembangkan BUMDesa Jambe Mule. Tawon klanceng yang saat ini menjadi primadona, jadi daya tarik tersendiri.

Kades Jelok Feri Sulistyo mengungkapkan, pihaknya memang mendorong BUMDesa bisa berkarya sesuai dengan niat awalnya. Dia melihat badan usaha yang dimiliki Pemdes Jelok itu memiliki nilai jual yang tinggi. “Tentu kami terus mendorong agar usahanya bisa berkembang. Kerja mereka sudah terlihat di mana bisa memberikan kontribusi bagi desa,” ungkap Feri. (udi/laz/mg2)