Hal itu disampaikan rektor kepada 30 mahasiswa Untidar penerima beasiswa dari Lippo Group dalam Program CSR  Bantuan Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) di Auditorium Untidar, Rabu (20/2).“Jangan untuk beli pulsa ya!” pesannya.

Menurutnya, ini sengaja dia sampaikan karena sekarang banyak fenomena, banyak mahasiswa rela tidak makan, asal punya paket data dan pulsa. Karena itu dia meminta menggunakan beasiswa ini untuk hal-hal yang bermanfaat. “Tolong para orang tua, untuk ikut memperhatikan,” kata rektor.

Pria asal Kendal ini mengaku sejak awal, perguruan tinggi yang dinegerikan sejak 2014 tersebut mempunyai keinginan untuk bisa memberikan kesempatan belajar kepada para mahasiswa seluas-luasnya. Sehingga kemudian diterapkan kebijaksanaan untuk pembiayaan kuliah yang murah, tetapi tetap berkualitas. Kepedulian perusahaan untuk membantu mahasiswa yang kekurangan, menjadi sangat dibutuhkan.

Beasiswa yang ada di Untidar, memang diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu dalam hal finansial namun berprestasi. Untuk pemberian beasiswa dari Lippo ini, sengaja diundang pula orangtua mahasiswa agar bisa mengawasi betul penggunaan uang beasiswa agar tepat penggunaannya.

Beasiswa ini diserahkan Senior Executive Lippo Grup Sutiyoso disaksikan pimpinan unit kantor pusat kelompok usaha Lippo, Direktur Siloam Hospitals Group Dr Anang Prayudi dan Danang Kemayan Jati, beserta segenap jajaran civitas akademika Untidar dan mahasiswa calon penerima beasiswa yang didampingi orang tua mahasiswa.

Menurut Sutiyoso BMBL diberikan kepada mahasiswa berprestasi. Khususnya yang berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu secara ekonomi. Kriterianya diserahkan kepada rektor ataupun direktur PTN masing-masing. Karena mereka yang paling memahami prestasi mahasiswanya.

Tujuan pemberian BMBL ini adalah untuk berkontribusi dalam membangun dunia pendidikan yang menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin besar. Peningkatan kualitas SDM perlu dana besar. Dam itu bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Pemerintah dan swasta harus berkolaborasi, bergandengan tangan, bergotong royong untuk saling membantu dalam mengembangkan dunia pendidikan. “Sebab pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” jelas mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sutiyoso menegaskan, jangan sampai masalah ekonomi menjadi kendala untuk generasi muda memperoleh pendidikan yang baik. Pendidikan dengan standard tinggi, merupakan jawaban bagi tantangan persaingan ekonomi global saat ini. Untidar menjadi salah satu penerima bantuan beasiswa untuk mahasiwa berprestasi dari Lippo (BMBL 2018) dari 10 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Bantuan ini, merupakan bantuan yang diberikan secara rutin setiap tahun senilai Rp 1,5 miliar  kepada 10 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Setiap tahun diterima oleh PTN yang berbeda. “Dengan penyerahan BMBL hari ini, sudah 80 PTN di seluruh Indonesia yang menerima bantuan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tersebut,” ungkapnya.

Humas Untidar Magelang, Kusumo Wardani setiap mahasiswa menerima masing-masing Rp 5 juta. Mereka  telah diseleksi dan diverifikasi dari semula 219 pendaftar beasiswa. “Syarat-syarat calon penerima beasiswa ini adalah nilai IPK, Juga prestasi di luar IPK. Dan yang paling penting yakni kategori tidak mampu,” tegasnya.

Salah satu penerima beasiswa Islahuddin, mahasiswa semester VI Prodi D3 Teknik Mesin, mengaku sangat senang mendapat beasiswa ini. Menurutnya, beasiswa ini sangat meringankan beban biaya kuliahnya. “Uang ini akan saya gunakan untuk riset tugas akhir. Karena memerlukan uang cukup besar,’’ kata Islahuddin yang mengaku orang tuanya sebagai buruh harian lepas ini.(din/mg4)