GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul melakukan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Salah satunya, menggelar simulasi agar siswa dapat memperoleh nilai maksimal.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya berupaya melengkapi sarana prasarana UNBK. Juga menambah jam belajar dan simulasi ujian.

“Sejauh ini, sudah berlangsung tiga simulasi. Dua simulasi diselenggarakan minggu depan. Satunya menjelang ujian berlangsung,” kata Bahron (20/2).

Simulasi pelaksanaan UNBK memiliki banyak manfaat. Selain mengenalkan perangkat ujian, simulasi memberikan pengetahuan siswa melalui latihan soal.
“Dengan simulasi, siswa lebih siap. Sehingga pada saat ujian, dapat mengerjakan soal dengan baik. Dan hasilnya maksimal,” kata Bahron.

Pengadaan komputer masih dilakukan. Setelah pengadaan rampung, langsung distribusikan ke sekolah swasta maupun negeri. Namun MTsN menjadi kewenangan Kemenag.

“Kalau jumlah komputer minim bisa (numpang) UNBK ke sekolah lain,” ujar Bahron.

Kepala SMPN 1 Karangmojo, Suhartati mengatakan, sejak kali pertama digulirkan model ujian berbasis komputer, sekolahnya sudah menerapkannya. Tidak ada kendala yang dia temui.

“Untuk sarana, sudah tidak ada masalah. Karena perangkat komputer dan server sudah memadai,” kata Suhartati.

Dikatakan, sekarang sekolah fokus membekali peserta didik dengan persiapan ujian. Selain menambah jam belajar, juga sistem belajar tutor sebaya.

“Kami berharap siswa mendapatkan tambahan pengetahuan, sehingga pada saat ujian berlangsung dapat mengerjakan dan memperoleh nilai maksimal,” ujar Suhartati. (gun/iwa/mg3)