BANTUL – Menghadapi lesunya aktivitas transaksi dan perekonomian, Pemprov DIJ menggelar Jogja Heboh untuk kali kedua. Agenda tahunan tersebut diyakini mampu mengatasi masalah low season yang biasanya terjadi Februari.

Perputaran roda bisnis pada Februari dianggap berada pada titik terendah.
Jogja Heboh mampu membuktikan keampuhannya meningkatkan transaksi ekonomi dan jasa. “Sejak dibuka awal Februari, sudah terjadi peningkatan transaksi sebesar 12,5 persen akibat Jogja Heboh,” ujar Wakil Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) DIJ, Mirwan Syamsudin Syukur.

Mirwan membuka pameran Seni Kriya Jogja Heboh di Jogja Expo Center, Rabu sore (20/2). Tak hanya itu, dia mengklaim aktivitas hunian hotel di Jogjakarta meningkat lima persen.

“Itu artinya membuktikan bahwa Jogja Heboh telah berkontribusi untuk perekonomian di Jogjakarta,” kata Mirwan.

Agenda yang digagas Kadin DIJ bersama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) serta Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) tersebut mampu memacu aktivitas perekonomian dan jasa. Padahal rentang waktu pelaksanaan baru tiga minggu. Kelak, pada 2020, Kadin DIJ berharap Jogja Heboh bisa dilaksanakan selama tiga bulan.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) DIJ, Yuna Pancawati mengatakan, tujuan pameran menjembatani pelaku UKM/IKM seni kriya dengan buyers (pembeli). Mengangkat tema Jogja Creating Product for Global Opportunities, diharapkan mampu mengenalkan seni kriya, meningkatkan ekspor, hingga memperluas jaringan pemasaran.

Acara diselenggarakan 20-24 Februari 2019. Diikuti 80 stan yang melibatkan 92 IKM/UKM di Jogjakarta. “Sumber pendanaan dari danais (dana keistimewaan),” kata Yuna.

Konsep pameran layaknya kawasan Jalan Malioboro, Nol Kilometer, serta menampilkan replika bangunan bersejarah DIJ. Seperti monumen, Kantor Pos Indonesia, hingga gedung Bank Indonesia.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiana mengatakan, seni kriya tak hanya memiliki keindahan. Tapi juga punya manfaat dan fungsi.

‘’Pameran Seni Kriya 2019 lebih kreatif. Semoga bisa terjadi kecocokan antara penjual dan pembeli,” kata Saktiana. (cr9/iwa/mg3)