SLEMAN – Proses perakitan kotak suara di gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman terus dilakukan. Saat ini tinggal tersisa sekitar 5.000 kotak suara dari total 16.955 kotak suara. Namun, dalam proses perakitan yang telah berlangsung 10 hari itu ditemukan enam kotak suara yang rusak.

Komisioner KPU Sleman divisi Teknis Penyelenggara Aswino Wardhana mengatakan kerusakan itu bukan karena human eror. Bukan juga karena cara penyimpanan. Sebab, memang dari awal sudah seperti itu. “Karena semua masih dalam keadaan tersegel,” kata Aswino Rabu (20/2).

Kerusakan itu, kata dia, dua kotak suara dalam keadaan agak lembab. Satu kotak suara berlubang, dan tiga kotak suara tidak lengkap. “Tiga kotak tidak dilengkapi tali pengait,” jelasnya.

Aswino mengatakan belum mengetahui secara rinci berapa kebutuhan kotak suara. Sebab, untuk penambahan kotak suara masih menunggu proses perakitan kotak suara selesai seluruhnya. “Nanti kami akan segera mintakan ke pusat,” bebernya.

Untuk menjaga kondisi kotak suara agar dalam kondisi baik, pihaknya melakukan perawatan setiap hari. Termasuk mengecek sirkulasi udara ruangan agar tidak lembab. “Kami juga memastikan ruangan tidak bocor,” ujarnya.

Bukan hanya itu, kotak suara juga turut dibungkus dengan plastik. Serta setiap hari disemprot dengan anti rayap agar kotak suara yang terbuat dari duplex itu awet hingga pemilihan umum (Pemilu) April 2019 mendatang.  “Untuk alas juga kami pastikan tidak langsung kena lantai dan kami beri palet,” bebernya.

Aswino juga berencana untuk menambah gudang baru untuk penyimpanan logistik pemilu. Sebab, gudang yang ada saat ini hanya bisa menampung kotak suara saja. “Untuk pelipatan surat suara kami lakukan di Gedung Kesenian Sleman,” jelasnya. (har/din/mg4)