JOGJA – Para pelaku vandalism di relief monumen Serangan Oemoem 1 Maret (SO1M) di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja dalam pengejaran polisi. Pelaku bisa dikenakan pidana kurungan lima tahun atau denda hingga Rp 10 miliar.

“Jelas itu pelanggaran karena tergolong sebagai perusakan. Akan coba kami cari pelakunya dari alat bukti yang ada,” tegas Kapolresta Jogja Kombespol Armaini ketika ditemui di Hotel Royal Dharmo Rabu (20/2).

Armaini memastikan aksi vandalisme termasuk dalam pelanggaran hukum. Ini karena objek yang dijadikan sasaran merupakan kepemilikan instansi maupun individual. Pasal yang dikenakan berkaitan dengan perusakan dengan sengaja pada objek tersebut. “Pasal yang dikenakan bisa berlapis. Terlebih jika objek vandalisme adalah bangunan atau situs cagar budaya,” kata dia.

Sesuai dengan pasal 55 UU nomor 5 tahun 2017 tentang Cagar Budaya, pelaku penghancuran, perusakan, penghilangan atau yang mengakibatkan tidak dapat dipakainya sarana dan prasarana pemajuan kebudayaan diancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Perwira menengah tiga melati ini juga menilai aksi di relief monumen SO1M bukan sebagai bentu seni. Dia memandang ada kesalahan persepsi dari pelaku vandalisme. Bisa saja aksi tersebut, kata Armaini, dianggap pelaku sebagai ekspresi seni. Tapi faktanya justru merusak relief yang ditatah sejak 1973 ini.

Dalam kasus ini dia meminta masyarakat berperan aktif. Terlebih, kasus vandalisme kerap terjadi pada malam hari. Sasarannya adalah tempat sepi dan minim penerangan yang tidak sepenuhnya terawasi. “Seperti di monumen itu sepertinya memanfaatkan waktu lengah jaga. Buktinya sore hari tidak ada tapi Sabtu pagi sudah ada tapak tangan dan cipratan cat,” katanya.

Upaya pembersihan pun langsung dilakukan oleh pengurus Museum Vredeburg. Sejak Rabu (20/2) dengan penyemprotan air. Sayangnya saat itu petugas tidak berhasil membersihkan karena cat sudah kering.

Aksi vandalisme ini menyasar lima relief dari 25 relief yang ada. Selain fokus pada relief, pembersihan juga menyasar lantai dan dinding plasa SO1M. Setidaknya ada enam pekerja yang membersihkan sedari Rabu pagi (20/2).

“Kami sikat dan semprot dengan air. Untuk yang cuwil kami dempul dengan semen. Selanjutnya (relief) akan kami cat lagi dengan warna hitam agar terlihat lebih bersih,” jelas Koordinator Konservasi Museum Vredeburg Jogjakarta Darsono. (dwi/pra/mg1)